Prihatin Kasus Sodomi Di JIS, Jokowi Salahkan Petugas Lalai Awasi Sekolah

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku prihatin atas kejadian pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS). Ia mengatakan mestinya kasus sodomi itu tidak sampai terjadi jika petugas sekolah disiplin dalam melakukan pengawasan terhadap sekolah.

“Kita ini emang suka kedodoran manajemen lapangan. Kan sebetulnya lembaganya sudah ada hanya memang perlu memperkuat orang-orang di lapangan, nggak cuma enak duduk di kantor, lapangannya nggak terkuasai, kalau di luar lapangannya kuat, administrasi kuat”, Katanya di Balaikota, Jakarta, Senin (21/04).

Atas kejadian itu, Jokowi menambahkan, hal itu dapat menjadi pelajaran penting bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap stabilitas dan kebaikan lingkungan sekolah-sekolah di DKI Jakarta.

“Oleh sebab itu pemberian izinnya harus ketat, kontroling dan pengawasannya harus rutin dan ketat”, Imbuhnya.

Selanjutnya, ucap Jokowi, pihaknya mesti melakukan melakukan kerjasama dengan sekian pihak untuk membahas pengetatan disiplin administratif izin sekolah.

“Kerjasama lebih memperketat perizinan-perizinan yang berkaitan dengan pendidikan”, Ucapnya.

Jokowi menegaskan, kasus yang terjadi di JIS harus di tindak sesuai proporsi hukum yang berlaku. Jokowi bahkan berharap kepada yang berwenang untuk menindak pelaku pelecehan agar dijatuhkan sanksi maksimal.

“Kasus ini sudah masuk ke ranah hukum, harus dihukum seberat-beratnya”, Ungkapnya.

Seperti diketahui, seorang berinisial M yang merupakan siswa TK JIS, Cilandak, Jakarta Selatan mengalami perlakuan tidak senonoh di sekolahnya. Ia disodomi oleh dua petugas kebersihan sekolah tersebut hingga mengalami sakit dan gangguan kejiwaan berupa rasa traumatik yang cukup parah. Disebutkan juga, bahwa ternyata sekolah JIS belum memiliki ijin pendirian sekolah untuk sekolah TK dan hanya memiliki izin untuk sekolah Sekolah SD, SMP dan SMA-nya. (SL)