Pijat Ular, Trend Baru Relaksasi di Asia

Foto: Dailymail

Filipina, Sayangi.com – Pijat menjadi pilihan sebagaian orang untuk memanjakan tubuh, relaksasi, hingga menyembuhkan cedera. Lazimnya, pemijatan dilakukan secara tradisional menggunakan tangan manusia ataupun alat bantu. Namun apa jadinya jika alat bantu itu adalah seekor ular?

Dilansir dari Mail Online, Selasa (22/4/2014), pijat ular kini tengah menjadi trend pijat di Asia. Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang pria Skotlandia bernama Ian Maclean. Saat berada di Filipina, ia memilih pengobatan pijat ular untuk meredakan cedera pada lengannya.

Tidak hanya satu ular, ada empat ular piton Burma yang digunakan untuk pemijatan. Berat keempat ular tersebut masing-masing mencapai 250 kligram. Menurut Maclean, pijat ular sangat efektif menyembuhkan cedera yang dialaminya.

“Empat piton Burma memijat saya. Gerakan mereka merayap dan benar-benar menyenangkan meski jilatan lidah di kulit sedikit tak nyaman,” kata Maclean seperti dikutip Mailonline, Senin (21/4/2014).

Gerakan ular itu sendiri diklaim menciptakan adrenalin akibat rasa takut dan memiliki efek positif pada metabolisme mereka yang diterapi.

“Saya santai saja, berdoa dan meminta pengampunan atas semua dosa-dosa saya,” ujarnya seraya tertawa.

Terapi pijat ular sendiri telah dipraktikkan secara luas di Thailand, bahkan di Indonesia. DiĀ  Jakarta, Bali dan kota-kota besar lainnya juga tak jarang yang menawarkan Spa pijat ular. Di Amerika sendiri, terapi pijat ular sudah meluas hingga ke wilayah Long Island dan Williamsburg, Brooklyn, di New York.

Seperti dilansir dari laman ABC News, terapi pijat memang dianggap sebagai terapi alternatif serta efektif meredakan ketegangan otot. Beberapa penelitian menunjukkan pijat tradisional bisa mengurangi stres dan rasa sakit. Akan tetapi, hingga kini belum ada penelitian yang membahas tentang pijat ular.(SIS)