Peserta Konvensi PD Ini Akui Tak Punya “Pasukan Nasi Bungkus”

Foto: Sayangi.com/MI

Semarang, Sayangi.com – Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal mengaku tak mempunyai “pasukan nasi bungkus” atau kelompok yang menangani media sosial sebagai salah satu sarana untuk membentuk opini publik.

“Saya tak punya uang untuk membayar konsultan media sosial. Saya mengerjakan sendiri akun twitter saya,” kata Dino kepada wartawan di sela-sela kegiatan membagi-bagikan buku karyanya bertajuk “Nasionalisme Unggul: Bukan Hanya Slogan” di Simpang Lima, Semarang, Selasa (22/4/2014) petang.

Menurut Dino, ia mengendalikan sendiri akun twitternya. Dia mengaku tak punya uang untuk membayar “pasukan nasi bungkus” untuk membuat banyak akun di media sosial.

Selain itu Dino juga mengaku menginginkan citra dirinya dibangun secara alamiah. Masyarakat dinilainya akan memahami mana pemimpin yang mengandalkan citra dan mana yang bukan.

“Saya mengalir saja dan ‘alhamdulillah’ respons terhadap twitter saya bagus dan alami. Bisa dicek sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon menyebut ada tim yang bergerilya di dunia maya yang bertugas membentuk opini publik dan tak jarang menyerang partai-partai tertentu. Tim itu disebutnya sebagai “pasukan nasi bungkus” yang kemudian dituangkannya melalui sebuah puisi berjudul “Pasukan Nasi Bungkus”.

Melalui puisi itu Fadli Zon menyindir relawan-relawan partai yang kerap menyerang partainya melalui pembentukan opini publik di jejaring sosial.