Listrik Naik, Tapi Pemerintah Belum Tentukan Kompensasinya

energitoday.com

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian belum menentukan kompensasi untuk perusahaan atas kenaikan tarif dasar listrik mulai 1 Mei mendatang.

“Saya lagi berpikir bagaimana mencari peluang untuk kompensasi dari kenaikan listrik ini supaya industri bisa tetap kompetitif, artinya kedalaman dari penggunaan industri dalam negeri bisa kita gunakan,” kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto usai pembukaan Pameran “Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem” di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/4).

Pasalnya, Harjanto mengakui bahwa kenaikan TDL akan mempengaruhi membeludaknya barang impor.

“Karena, daya saing kita turun secara otomatis akibat kenaikan listrik, akan masuk barang impor yang banyak, kalau ‘cost’ (biaya) naik, dia akan kalah bersaing sehingga orang akan pilih mengimpor” katanya.

Dia menyebutkan produk yang paling terkena dampak kenaikan TDL itu adalah produk hulu.

“Untuk itu, salah satu ‘PR’ (pekerjaan rumah) kita bersama bagaimana mengurangi dampak impor dari bahan baku tekstil karena dengan kenaikan listrik, yang di hulu yang kena dampak maksimal,” katanya.

Dia juga mengatakan belum ada balasan dari surat yang dikirimkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait solusi dari kenaikan TDL.

“Saya belum tahu, tapi sudah dikirim, ada juga masukan dari asosiasi,” katanya.

Harjanto berharap bisa memberikan kelonggaran untuk industri, terutama tekstil dan produk tekstil (TPT) karena dampaknya signifikan.

“Naiknya kan agak signifikan, kita khawatir akan memberikan dampak pada industri dalam negeri,” katanya.

Pemerintah akan menaikkan TDL pada 1 Mei mendatang untuk perusahaan sektor industri golongan menengah I3 terbuka atau “go public” dan golongan I4 industri besar secara bertahap.

Penyesuaian tarif untuk golongan industri I3 yang sudah “go public” dilakukan secara bertahap dengan kenaikan sebesar 8,6 persen setiap empat bulan mulai 1 Mei 2014.

Sehingga, pada 2014 terdapat kenaikan tarif pelanggan industri I3 “go public” sebesar 17,8 persen dan tahun 2015 sebesar 17,8 persen. (MD/Ant)