Tri Risma: Jika Nanti Ditutup, Warga Dolly Pengennya Apa?

Surabaya, Sayangi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerahkan konsep penataan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, yakni Dolly dan Jarak setelah penutupan yang rencananya akan digelar pada Juni 2014.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (23/4/2014) mengatakan tidak adanya konsep dari pemkot pascapenutupan Dolly dan Jarak karena pihaknya ingin warga setempat sendiri yang mengkonsep.

“Warga Dolly dan Jarak pengennya apa, baru kami akan bantu untuk menggerakkan. Kalau ‘top down’ itu kan tidak bagus. Tapi tetap kami akan berikan pendampingan. Potensi apa yang ada di sana warga bebas untuk memilih,” katanya.

Hal ini berbedah dengan beberapa lokalisasi lain yang sudah ditutup sebelumnya yang kini sudah mulai terlihat geliat kegiatan ekonominya, seperti halnya di Dupak Bangunsari kini berubah menjadi sentra kerajinan batik, sedangkan Tambak Asri berubah menjadi sentra kerajinan tas.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya juga mendorong agar Dolly dan Jarak juga menjadi sentra kerajinan, sama seperti bekas lokalisasi yang lain. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memberangkatkan sejumlah eks-Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari untuk belajar kerajinan tas dan sepatu di Tanggulangin, Sidoarjo.

“Di bekas lokalisasi Dupak Bangunsari itu, permintaan batik sudah luar biasa. Bahkan sampai ke mancanegara. Sekarang di sana sudah ada sekitar 80-an pekerja yang terdiri atas eks-PSK dan mucikari yang menekuni batik,” katanya.

Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya, Baktiono meminta agar pemkot memiliki rencana yang matang untuk Dolly dan Jarak pascapenutupan. Pasalnya, nanti akan banyak elemen masyarakat yang dirugikan dari penutupan itu.

Tak hanya PSK dan mucikari, lanjut dia, tapi juga pedagang kaki lima (PKL), tukang cuci, tukang parkir, pemilik warung, kios dan lain-lain.

“Yang dikhawatirkan, kalau Dolly dan Jarak nanti betul-betul tutup, lalu para PSK-nya berpraktik di jalanan. Ini tentu lebih berbahaya karena penyebaran penyakit HIV/AIDS semakin tidak terkontrol,” katanya.