Pihak Gatot Mengaku Lega Atas Kesaksian Eksekutor Pembunuh Holly

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Kuasa hukum mantan auditor BPK Gatot Supiartono, Afrian Bondjol, sedikit “lega” dengan kesaksian Surya Hakim yang menyatakan dirinya perencana pembunuhan Holly Angela.

“Kami hormati keterangan dia (Surya), kami junjung tinggi asas praduga tak bersalah,” kata Afrian, usai sidang dengan agenda pembuktian dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Alfrian juga menegaskan bahwa pihaknya tidak buru-buru menanggapi kesaksian sopir rental yang bekerja untuk mantan auditor BPK itu.

“Ini kan masih dalam proses persidangan,” jawab Alfrian singkat.

Gatot Supiartono menyatakan bahwa setiap fakta persidangan yang terungkap untuk disajikan dalam nota pembelannya nanti.

“Nanti di pledoi saja,” kata Gatot singkat ketika ditanya wartawan.

Dalam kesaksiannya, mengaku dirinyalah yang menawarkan rencana pembunuhan terhadap Holly Angela, istri siri Gatot.

“Sebenarnya beliau (Gatot) tidak pernah meminta, tapi saya yang menawarkan,” kata Surya, saat bersaksi di depan majelis hakim yang diketuai Badrun Zaini ini.

Surya yang bekerja mengantar dan menjemput Gatot ke dan dari apartemen Kalibata selama dua tahun ini merasa kasihan melihat kondisi majikannya yang terlihat tertekan oleh istri sirinya (Holly Angela).

“Beliau orang baik dan suka membantu, maka saya tawarkan jasa supaya Holly ini pergi meninggalkan Pak Gatot. Dengan cara kita culik dan memberikan pelajaran sehingga dia kapok,” ungkapnya.

Setelah itu, Surya pun mengajak empat orang rekannya, Abdul Latief, Pago Satria, Elriski dan Rusky (saat ini masih DPO) untuk merealisasikan rencana menculik Holly.

Atas rencananya ini, Holly tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah mendapat penganiayaan di kamar apartemennya di Kalibata City, Jakarta Selatan dan salah satu eksekutor, Elriski jatuh dari lantai 9 dan tewas di tempat kejadian.

Selain mendengarkan kesaksian Surya, sidang ini juga meminta keterangan dari dua eksekutor lainnya, yakni Pago dan Abdul Latif.

Dalam sidang ini Gatot Supiartono didakwa sebagai otak pembunuhan Holly Angela.

Jaksa Penuntut Umum menjelaskan perencanaan untuk membunuh Holly dilakukan oleh terdakwa pada bulan April sampai Agustus 2013 bertempat di lantai 6 Gedung BPK RI.

Terdakwa diketahui membunuh Holly Angela yang merupakan istri sirinya, karena bosan dengan sikap Holly yang sering marah-marah kepada terdakwa.

Atas perbuatannya ini, JPU mendakwa secara kumulatif, yakni Dakwaan Primair melanggar Pasal 340 jo Pasal 56 KUHP, Subsidair Pasal 338 Jo Pasal 56 KUHP, atau Pasal 353 Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. (ant)