Rumah Warga Jadi Kantor Lurah dan Camat

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Agar pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa berjalan, satu camat dan empat lurah di wilayah Jakarta Timur terpaksa menumpang di rumah warga. Hal itu terjadi akibat proses pembangunan gedung yang tak kunjung selesai. Empat lurah yang tidak memiliki kantor tersebut, yakni Lurah Bidaracina, Kebon Manggis, Malakasari, Lurah Utan Kayu, serta Camat Ciracas.

Camat Ciracas, Romi Sidharta, mengatakan, proses pembangunan kantor baru saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Pihaknya terpaksa memperpanjang kontrak rumah untuk kedua kalinya karena masih menunggu proses lelang daru Unit Layanan Pengadaan (ULP) tingkat provinsi. Menurut rencana, pembangunan gedung empat lantai tersebut akan dilanjutkan tahun ini.

“Harapan kami pemilik rumah mau memperpanjang kontrak. Repot juga harus mindahin barang-barang lagi kalau pemilik rumahnya tidak mau diperpanjang,” kata Romi, Kamis (24/4).

Yang menjadi kendala, kata Romi, adalah ketika menggelar rapat dengan warga yang pesertanya sangat banyak. Namun, meski mengontrak, secara umum pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.
 
“Kita terpaksa numpang di kantor kelurahan terdekat kalau rapat dengan warga,” tuturnya.

Saat rekapitulasi suara pileg 2014, Romi mengaku penghitungan suara terpaksa dilakukan di aula Yayasan PKP, Jl Kelapadua Wetan, selama dua hari. Bahkan, tambah Romi, terpaksa  pindah lagi ke kelurahan Cibubr karena aula gedung tersebut juga akan digunakan.

Lurah Bidaracina, Nasrudin, memutuskan untuk pindah akhir bulan ini meski proses pembangunan gedung baru belum rampung 100 persen.  “Seluruh peralatan dan perabotan sudah dibawa ke sana,” terangnya.
 
Banyak kendala dihadapi saat mengontrak. Misalnya, tidak adanya tempat penyimpanan beras untuk orang miskin (Raskin) dan minimnya lahan parkir sehingga menyulitkan warga.
 
Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur, Sutia mengatakan target pembangunan seluruh kantor kelurahan dan kecamatan rampung tahun ini. Namun semuanya tergantung proses pelelangan yang dilakukan oleh ULP.

“Ditargetkan tahun ini, pembangunan semua kantor kelurahan dan kecamatan itu selesai. Kami masih menunggu proses lelang,” imbuh Sutia. (SL)