Tiga Politisi Perempuan Bengkulu Melaju ke Senayan

Foto: Istimewa

Bengkulu,Sayangi.com – Tiga politisi perempuan asal Provinsi Bengkulu dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih jumlah suara yang mampu meloloskan mereka ke DPR RI.

“Hasil penghitungan suara tingkat provinsi, tiga perempuan dan seorang laki-laki yang akan mewakili Bengkulu di Senayan,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu Irwan Saputra di Bengkulu, Jumat.

Ia mengataka hal itu usai rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara partai politik dan calon DPR, DPD dan DPRD Provinsi Bengkulu.

Tiga perempuan yang lolos ke Senayan yakni politisi PDIP Elva Hartati Murman yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu.

Politisi PDIP itu meraih 30.268 suara, sedangkan suara PDIP untuk DPR RI mencapai 119.224 suara.

Selanjutnya politisi Gerindra Susi Marleni Bachsin yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu yang meraih 33.328 suara dari 108.737 suara yang diperoleh partainya.

Seorang srikandi lainnya yang memperoleh suara tinggi serta berpotensi duduk di Senayan yakni politisi PAN Dewi Coryati yang juga “incumbent”.

“Namun hasil akhir untuk DPR RI akan diputuskan dalam pleno di KPU RI,” tambahnya Irwan.

Satu kursi lainnya milik perwakilan Provinsi Bengkulu di Senayan diraih Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella yang mengungguli tiga politisi perempuan tersebut dengan 86.401 suara dari 130,767 suara yang diperoleh partainya.

Saputra mengatakan bila tidak ada gugatan atau aral melintang maka keempat politisi itu akan menjadi wakil masyarakat Provinsi Bengkulu di DPR RI.

Dengan komposisi tersebut, jumlah politisi perempuan dari Provinsi Bengkulu di DPR RI bertambah.

Pada periode 2009-2014 komposisi politisi dari Provinsi Bengkulu yang duduk di senayan terbagi rata yakni dua perempuan dan dua pria.

Mereka yang mewakili Provinsi Bengkulu pada periode 2009-2014 antara lain Rully Chairul Anwar dari Partai Golkar, Sahfan Badri Sampurno dari PKS, Dian Syakhroza dari Partai Demokrat dan Dewi Coryati dari PAN.