PM Ukraina: Rusia Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

voa indonesia

Kiev, Sayangi.com – Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk, Jumat (25/4) memperingatkan bahwa tindakan Rusia itu dapat mengakibatkan konflik militer yang lebih luas di Eropa. Dia mengatakan dalam pertemuan kabinet interim bahwa Moskow “ingin memulai Perang Dunia Ketiga.”

Pernyataannya muncul di tengah-tengah laporan mengenai kekerasan baru di Ukraina Timur, di mana militan pro-Rusia masih terus menduduki gedung-gedung pemerintah di sekitar 12 kota.

Sebuah helikopter militer Ukraina meledak hari Jumat di landas pacu di sebuah pangkalan di dekat Kramatorsk, kota di bagian timur. Sebagian pejabat Ukraina menyatakan ledakan itu disebabkan oleh granat berpendorong roket yang ditembakkan militan pro-Rusia, sedangkan yang lainnya mengatakan penyebabnya adalah satu tembakan jitu ke arah tangki bahan bakar.

Para pejabat Ukraina Jumat mengatakan mereka berniat memblokir kota Slovyansk yang dikuasai pemberontak, sebagai bagian dari operasi antiteroris di Ukraina Timur. Para pejabat Kamis mengatakan penindakan keras itu telah menewaskan lima orang.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov Jumat mencela operasi keamanan Kiev untuk menyingkirkan militan pro-Rusia, dengan menyebutnya sebagai “kejahatan berdarah.”

Sementara itu, Presiden Amerika Barack Obama juga mengecam apa yang disebutnya “campur tangan lebih jauh” Rusia di bagian timur Ukraina, di mana separatis bersenjata pro-Rusia telah menduduki gedung-gedung pemerintah.

Berbicara di Seoul hari Jumat (25/4), Presiden Obama mengatakan ia akan berbicara dengan “para pemimpin penting Eropa” tentang pelaksanaan sanksi yang lebih luas jika Rusia meningkatkan situasi itu.

Dia mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin harus memutuskan apakah dia ingin melihat ekonomi negaranya yang sudah rapuh semakin melemah karena dia gagal bertindak secara diplomatik di Ukraina .

Komentar itu menggaungkan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry, yang hari Kamis mengatakan bahwa Moskow adalah membuat “kesalahan mahal” karena gagal membuat para separatis menahan diri.

Rusia dilaporkan meningkatkan secara dramatis tentara yang digelar di perbatasannya dengan Ukraina. Seorang diplomat Ukraia di PBB mengatakan kepada VOA bahwa Moskow telah melipatgandakan kehadiran militernya di perbatasan menjadi sekitar 80 tentara. (MD/VOA)