Adhie M Massardi : Salah Pilih Cawapres Jokowi Bisa Kalah

facebook Adhie M Massardi

Jakarta, Sayangi.com – Figur calon wakil presiden, ungkap Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi berperan penting untuk memenangkan Pemilu Presiden 9 Juli 2014 nanti.

“Dari tiga capres yang ada, saya melihat Jokowi dan Prabowo yang akan bersaing ketat menuju kursi presiden,” kata Adhie Massardi di Jakarta, Sabtu (26/4) dini hari.

Menurut Adhie, Jokowi dan Prabowo sangat populer, dan hasil survei dari sejumlah lembaga survei popularitas dan elektabilitasnya tinggi.

Namun Adhie mengingatkan, Jokowi pun yang elektabilitasnya paling tinggi akan kalah kalau salah dalam memilih calon wakil presiden (Cawapres).

Adie juga menilai, baik Jokowi maupun Prabowo memiliki kelemahan masing-masing. Maka diperlukan figur cawapres yang kuat untuk melengkapi sekaligus menutupi kelemahannya.

“Dengan memilih figur cawapres yang kuat dan tepat, akan menentukan kemenangan capres pada pemilu presiden 9 Juli mendatang,” katanya.

Menurut Adhie, dari beberapa nama tokoh yang sering dipublikasi media, ia melihat figur pakar ekonomi Rizal Ramli dan Ketua KPK Abraham Samad layak diusung sebagai calon wakil presiden.

Kedua figur itu, ungkap Adhie, memiliki pengetahuan yang baik di bidangnya masing-masing dan berintegritas tinggi.

Namun, Abraham Samad jika dicermati lebih lanjut, kata dia, masih ada kelehaman yakni masih memilih-milih kasus dugaan korupsi untuk diselesaikan.

“Selama ini KPK tidak berani menindak orang-orang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan sehingga keberaniannya untuk menegakkan supremasi hukum secara adil dan independen dipertanyakan,” katanya.

Sementara Rizal Ramli, kata dia, memiliki visi dan konsep kerakyatan yang sejalan dengan visi Jokowi maupun Prabowo sehingga lebih tepat untuk diusung sebagai cawapres.

Mantan salah satu juru bicara Presiden KH Abrurrahman Wahid ini menambahkan, jika partai politik pengusung capres Jokowi maupun Prabowo memilih Rizal Ramli sebagai cawapres hendaknya tetap membentuk tim untuk penguatan pemerintahan.

Tim itu, tandas Adhie, meliputi tim ekonomi, hukum, luar negeri, dan dalam negeri. (MD)

 

Berita Terkait

BAGIKAN