Dituding Selingkuh, Siswi SMA ini Babak Belur Dihajar Pacar

binpers.wordpress.com

Cianjur, Sayangi.com – Iblis mana yang merasuki IS (20). Setelah menuding Vanessa Febbiaty (18) berselingkuh, tiba-tiba IS yang baru berstatus pacar korban menampar dan memukilinya. Wajah cantik Vanessa pun lebam-lebam dibuatnya.

Vanessa memang masih duduk di kelas 3 SMA swasta di Cianjur. Tentu saja orang tua Vanessa tidak terima dengan ulah calon mantunya itu. Dia pun, dengan didampingi kuasa hukum dari LBH Pers PWI Cianjur melaporkan IS ke Mapolres setempat.

Saat melapor, tampak mukanya lebam, pelipis kirinya sobek, dagu memar, kepala benjol akibat jambakan, bibir jontor dan itu karena pelakunya menganiaya secara membabi buta.

“Pertamanya dia menuduh saya berselingkuh dengan teman di sekolah, saya menyakinkan dia saya tidak melakukan itu. Tapi IS masih tidak percaya dan malah emosi. Lalu dia menelepon saya, bilangnya mau ke rumah,” kata gadis berambut hitam panjang itu.

Dia mengisahkan, selang beberapa saat menutup telepon, IS datang ke rumahnya karena tahu Vanessa sedang sendirian. Penganiayaan dimulai saat korban membuka pintu pagar rumahnya.

“Baru saya membuka pintu, IS langsung nemapar wajah saya sebanyak dua kali. Setelah ditampar, saya langsung masuk ke dalam rumah karena takut. Pintu rumah saya kunci dan menyuruh dia pulang,” ucapnya.

Namun, upaya mengunci diri di dalam rumah dan menyuruh pulang tidak membuahkan hasil, IS malah semakin bringas. Dia memaksa Vanessa untuk membuka kunci pintu rumah bagian belakang.

“Waktu saya buka kuncinya, dia langsung memukul saya berkali-kali secara membabi buta. Saya sempat melindungi diri tapi tidak bisa menahannya,” ungkap dia.

Setelah melakukan aksinya, pelaku meningalkan korban yang babak belur, hingga ditemukan ibu kadungnya Inge Dwina Sari (38). Hingga akhirnya melaporkan IS ke Polres Cianjur untuk diproses secara hukum, dengan surat tanda penerimaan laporan No.Pol: B-1/1544/IV/2014/JABAR/RES CJR.

“Saya tidak akan berdamai secara kekeluargaan karena pelaku sudah berbuat keterlaluan pada anak saya. Penganiayaan itu sudah kelawat batas dan bagaimana jika anak saya sampai cacat,” katanya.

Selain melapor ke pihak kepolisian, dia melaporkan hal tersebut ke P2TP2A Cianjur dan LBH Pers PWI Cianjur, untuk mendapatkan pendampingan. Dia berharap pelaku diberikan pelajaran agar tidak ada korban selanjutnya, seperti yang menimpa anaknya itu.

“Kejadian ini harus diproses secara hukum dan pelaku harus dipenjarakan. Ini sudah masuk ketindakan kriminal,” ucapnya.

Sementara itu, Bidang Pelayanan Umum P2TP2A Cianjur, Hojanah, mengatakan telah mendapatkan pengaduan dari keluarga Vanessa atas penganiayaan yang dilakukan teman lelakinya.

“Kalau disini korban pasti diadvokasi atau didampingi, termasuk melapor ke polisi dan setelah beres BAP. Kalau masih ada kekurangan untuk diproses lebih lanjut, akan terus kami dampingi,” katanya. (MD/Ant)