Spider Man Ternyata Seorang Yahudi!

Foto: ACE Showbiz

Los Angeles, Sayangi.com – Andrew Garfield, pemeran Peter Parker dalam film The Amazing Spider Man, baru-baru ini mengungkapkan bahwa sosok Spider-Man adalah seorang Yahudi. Pernyataan Garfield ini seolah menjadi jawaban atas rasa penasaran para fans terkait siapa sosok Spider Man, menyusul terungkapnya identitas sang pencipta karakter Spider Man, Stan Lee yang merupakan seorang Yahudi. Demikian seperti dilansir Time Out London pekan lalu.

“Ya, dia (Spider Man) adalah Yahudi. Begitulah yang didefinisikan oleh fitur filmnya. Dia juga bukan pria yang simpel, dia selalu gelisah tentang masa depannya,” ujar Garfield seperti dilansir dari ACE Showbiz, baru-baru ini.

Karakter yang dikembangkan Stan Lee dalam tokoh Spider Man ini berisi pesan-pesan zionisme Yahudi. Nama tengah Peter Parker adalah Benyamin. Sama seperti generasi Yahudi, nama nenek moyangnya dihapuskan. Itu terlihat dari dibunuhnya karakter Paman Ben di film tersebut.

Pun dengan kata-kata filosofis “with great power comes great responsibility” atau “dengan kekuatan besar akan mendatangkan tanggung jawab besar” yang kerap kali diputar ulang dalam setiap sequel Spider Man. Kalimat ini bukan hanya diucapkan oleh Maguire, namun juga oleh Andrew Garfield, yang menggantikannya sebagai Parker.

Kalimat tersebut dikenang sebagai peryataan PM Inggris Winston Churchill saat Perang Dunia I berlangsung, untuk menunjukkan kekuasaan dan kekuatan Britania Raya. Begitu juga mantan Presiden Amerika George W Bush yang diketahui sering mengutip kalimat tersebut untuk menunjukkan kedigdayaan Amerika Serikat sebagai adidaya dunia.

Dan setelah ditelusuri, ternyata kalimat “sakti” Spider Man itu merupakan ucapan seorang Rahib Yahudi, Eliezer Sneider, kepada semua orang Yahudi, baik di AS, Israel, dan di dunia pada umumnya. Demikian seperti dikutip dari laman Islampos.com

Lebih lanjut Garfield menambahkan bahwa Spider Man juga sangat neurotik. Dia bukan laki-laki sesederhana yang dibayangkan oleh penonton. Dia tidak pernah merasa cukup dalam melakukan sesuatu.

“Spider-Man itu neurotik. Peter Parker bukan cowok yang simpel. Dia nggak bisa berubah. Dia nggak pernah merasa dia cukup. Peter menderita rasa percaya diri. Dia ragu tentang masa depannya karena ia neurotik,” terang Garfield.

“Dia Yahudi. Aku harap orang-orang Yahudi tidak mempermasalahkan kisah klise ini karena Ayahku juga Yahudi. Aku memilikinya di diriku. Dia pemikir. Ini akan lebih mudah jika ia ialah seorang robot yang menyelamatkan nyawa manusia,”  pungkasnya.

The Amazing Spider Man 2 akan tayang di bioskop serentak pada 2 Mei mendatang. Andrew Garfield dan kekasihnya, Emma Stone bakal kembali melakoni peran yang sama sebagai Peter Parker (Spider-Man) dan Gwen Stacy. Sedangkan The Amazing Spider Man 3 akan menyusul pada 10 Juni 2016.(SIS)