KSN: Tak Ada Capres yang Pro Buruh

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Beredarnya nama calon presiden yang akan bertarung pada pilpres 9 Juli mendatang ternyata tak membuat buruh menaruh harapan. Massa buruh dari Konfederasi Serikat Nasional (KSN) menolak seluruh calon presiden yang ada. Pasalnya, mereka beralasan tidak ada satu calon presiden pun yang bisa mengakomodir keinginan buruh.

Saat berorasi, Presiden KSN, Mukhtar Guntur, memaparkan alasan kenapa buruh menolak capres yang ada. Ia memulai pemaparannya dari Capres PDIP Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi adalah ‘Bapak upah murah Indonesia’.

“Jokowi adalah ‘Bapak upah murah Indonesia’. Dia adalah capres yang anti terhadap buruh. Contohnya, ketika akhir tahun lalu saat akan disahkannya UMP gejolak buruh tidak mampu ditangani jokowi. Kita kan menuntut minimal Rp 3 juta, tapi dia menetapkan Rp 2,4 juta,” kata Mukhtar dalam orasinya di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/5).

Capres lainnya, kata Mukhtar, yaitu Prabowo Subianto dari partai Gerindra yang mengatakan pro rakyat, tetapi pada kenyataannya tidak.

“Si Prabowo, kalau kita lihat peristiwa masa lalu, merupakan salah satu orang yang bertanggung jawab, bukan untuk jadi presiden. Mereka meneriakan pro rakyat, tapi kita lihat perusaahan Prabowo di Riau tidak ada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Mukhtar menambahkan, selain Jokowi dan Prabowo, Aburizal Bakrie yang merupakan capres dari Partai Golkar sejak zaman orde baru telah menindas rakyat.

“Kini mereka mau merampok lagi dengan mencalonkan diri, kita tidak akan membiarkan itu. Aburizal Bakrie capres Golkar, sejak orba sampai saat ini, mereka menghisap darah rakyat lewat peraturan -peraturannya,” tegasnya.

Menurut Mukhtar, tak ada satupun capres yang berani meneriakkan melawan kapitalisme. Begitupun jika ada calon presiden dari Partai Demokrat.

“Tak ada satupun dari mereka yang berani melawan ekonomi politik kapitalisme, mereka bagian dari itu. itu yang harus kita lawan,” ujarnya.