Di Depan Ribuan Buruh, Prabowo Sebut Indonesia Hanya Jadi Kacung

Foto: Sayangi.com/dok

Jakarta, Sayangi.com – Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh sedunia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/5/2014). Dalam acara yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini, Prabowo mengenakan seragam khasnya yang berwarna cokelat, dan peci berwarna hitam.

Dalam acara ini, mantan Pangkostrad tersebut menyebut Indonesia masih terlalu lemah, karena dikuasai oleh asing. Bahkan kata dia, kekayaan Indonesia tidak dinikmati oleh anak-anak bangsanya sendiri.

“Negara kita ini kaya, tapi kekayaan kita ini dirampok oleh negara asing. Sekarang kita kerja cuma jadi kacung Saudara-saudara, kacung!” kata Prabowo dalam orasi kebangsaan dalam acara tersebut.

Sementara, sejumlah buruh yang hadir berharap agar Prabowo Subianto, dapat memenuhi janjinya memperbaiki kesejahteraan buruh bila terpilih menjadi presiden dalam Pilpres Juli.

“Kalau memang nanti jadi Presiden, ya mudah-mudahan bisa perbaiki kesejahteraan kita,” kata Sukirno (30) buruh yang sehari-hari bekerja di sebuah pabrik di kawasan Cikarang tersebut.

Kirno, demikian ia dipanggil, juga berharap kenaikan upah 30 persen bisa terpenuhi sehingga kehidupannya lebih baik.

Heni (29), buruh di kawasan Jababeka, juga meminta agar kehidupan buruh semakin ke depan semakin baik.

“Kalau Pak Prabowo nanti jadi presiden mudah-mudahan tuntutan kami bisa dipenuhi,” katanya.

Baik Kirno maupun Heni senang bisa bergabung dengan 70.000 buruh lainnya yang ada di Stadion Gelora Bung Karno memperingati hari buruh.

Mereka yang datang sejak pukul 12.30 WIB itu dihibur oleh sejumlah group band dan juga penyanyi.

Prabowo hadir di tengah massa buruh sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah berorasi kemudian meninggalkan acara tersebut.

Anggota organisasi buruh yang bergabung di Gelora Bung Karno antara lain dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga komponen buruh lainnya.

Sebelumnya Juru Bicara Partai Gerindra, Anggawira menyatakan bahwa Partai Gerindra sejak tahun 2009 telah berkomitmen untuk mencabut sistem kerja kontrak atau outsourcing.

“Artinya jika Prabowo Subianto yang diusung Gerindra sebagai calon presiden diberi amanat oleh rakyat untuk memimpin negeri ini maka sistem kerja outsourcing akan dihapuskan. Pilpres kali ini akan menjadi harapan besar dari kaum buruh kepada Bapak Prabowo Subianto,” kata Angga.