Terlalu Lindungi SP BTN, Pemerintah Dinilai Sudah Tersandera

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Forum Pengusaha Muda Nahdlatul Ulama (FPMNU) M Faizin mengatakan sikap terlalu melindungi tuntutan Serikat Pekerja (SP) BTN menimbulkan kesan pemerintah “tersandera”.

“Jika membiarkan sikap akomodatif terhadap tuntutan SP-BTN, justru akan membuat pemerintahan berikutnya tidak memiliki daya tawar untuk mengonsolidasi atau memperkuat BUMN di sektor perkebunan, farmasi, maupun kepelabuhan,” ujar Ketua Forum Pengusaha Muda Nahdlatul Ulama (FPMNU) M Faizin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (4/5/2014).

Menurut dia, sikap terlalu melindungi SP BTN akan membuat sulit pemerintah mendatang dan tak mustahil akan diikuti oleh karyawan BUMN lain.

“Di akhir masa pemerintahan, SBY sebaiknya meninggalkan warisan berharga di bidang perbankan, yakni konsolidasi perbankan nasional,” kata dia.

Ia mengutarakan hingga saat ini BTN tidak mampu memenuhi amanah penyediaan fasilitas perumahan bagi masyarakat karena modal yang kurang.

“Lihat saja produktivitas karyawan BTN yang kalah jauh dibanding tiga bank besar lainnya. Bersama bank Mandiri, justru BTN akan semakin jauh berkembang,” kata dia.

Menurut dia, urusan ekonomi sebaiknya jangan dicampuradukkan dengan politik.

“Apa korelasinya konsolidasi perbankan nasional dengan pergantian kepemimpinan nasional? Masa pemerintah mengalahkan kepentingan besar hanya untuk mengakomodasi penolakan yang dilandasi sikap paranoid,” tegasnya.

Faiz membandingkan sikap keras kepala SP BTN dengan sikap karyawan bank-bank lain seperti Bank Danamon, Bank BII, Permata, dan bank lainnya, yang ketika diakuisisi oleh investor sekalipun tidak protes.

“Bahkan, karyawan Bank Lippo ketika pemiliknya memutuskan memergerkan dengan Niaga, tidak ada protes seorang pun,” ujar dia.

Sebelumnya, Anggota DPR Jefirstson Riwu Kowe mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap akuisisi dan meminta pihak yang menolak untuk bersikap rasional dan mendahulukan kepentingan nasional.

Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jakarta, Ramadhan Isa meminta agar proses akuisisi diselesaikan sesuai jadwal. Ia mengkritik sikap Serikat Pekerja BTN yang menolak akuisisi.

“Ketakutan akan terjadinya pengurangan karyawan sepertinya berlebihan. Hal tersebut sebenarnya dapat dibicarakan jika pihak serikat pekerja mau berkomunikasi dan berpikiran terbuka demi kemajuan BTN,” kata dia.