Panjang 43 Cm, Pria Ini Donasikan MR.P-nya ke Museum

Foto: Expresense

New York, Sayangi.com – Jonah Falcon, seorang pria asal Manhattan dinobatkan sebagai pria dengan Mr.P terpanjang karena ukuran kelaminnya jauh lebih besar dan lebih panjang dari para pria umumnya. Mr.P Falcon berukuran 13,5 inci atau 43,29 cm saat ereksi dan 9,5 inci atau 24,13 cm saat tidak ereksi.Pengukuran ini sendiri dilakukan dalam sebuah film dokumenter HBO.

Atas anugerah yang dimilikinya tidak lantas membuat pria 43 tahun ini menerima tawaran untuk terjun ke dunia film porno. Namun dirinya diketahui akan menyumbangkan Mr. P nya ini ke sebuah museum yang khusus memajang berbagai penis dari seluruh dunia.

The Icelandic Phallological Museum atau yang lebih dikenal dengan The Penis Museum ini memang menawarkan Falcon untuk dapat menempatkan organ seksnya setelah kematiannya. The Penis Museum rencananya akan memajang Mr.P Falcon yang berukuran 13,5 inci atau sekitar 43,29 cm pada waktunya nanti, seperti dilansir dari laman Huffingtonpost, Selasa (5/6/2014).

Museum penis ini sendiri dibuka pada tahun 1997 di Reykjavik, Islandia. Di museum ini sendiri sudah dipajang lebih dari 300 spesimen penis dari 93 binatang yang berbeda. Dari mulai 17 jenis paus, 7 macam anjing laut, beruang kutub dan gorilla. Sementara itu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam dari yang terpanjang yakni, 182 cm sampai yang terkecil sepanjang 2mm yang dimiliki oleh seekor hamster.

Sementara itu untuk penis manusia sendiri yang pernah ditampilkan di museum ini adalah penis salah seorang pemandu wisata Icelandic, Pall Arason yang berusia 95 tahun. Penis dan skrotum Arason dimasukan ke dalam botol acar dan dipajang di museum ini. Penis dan skrotum Arason ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri di museum tersebut.

Salah seorang kurator dan anak pendiri museum penis ini, Hjortur Gisli Sigurdsson mengatakan bahwa Falcon sendiri memang dikenal secara luas karena memiliki ukuran kelamin yang luar biasa.

“Organ Falcon pasti akan menjadi salah satu bagian yang paling luar biasa,” ujarnya Sigurdsson.(SIS)