Ahok Ingin Jokowi Segera Jadi Presiden

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa seorang Wakil Gubernur tak dapat berbuat apa-apa di tengah persoalan ibu kota yang rumit serta birokrasi yang berbelit-belit. Ia mencontohkan semrawutnya lalu lintas di ibu kota. Ia beberapa kali menemukan pengendara motor yang melanggar lalu lintas. Menurutnya, pengendara yang melanggar lalu lintas tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain. Pria yang akrab disapa Ahok itu menyayangkan Dinas Perhubungan DKI tidak dapat menilang pengendara nakal.
 
“Dishub kita tidak bisa menilang orang yang motong jalan. Kalau lewat Gajah Mada-Hayam Wuruk, itu sering ketemu motor nyebrang seenaknya, bisa ketabrak berapa kali kita. Tapi sayang Dishub tidak bisa nangkap, ” kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (11/5).

Jika pelanggaran tersebut dibawa ke kepolisian, akan muncul masalah baru. Pasalnya, Pemprov DKI ingin memberlakukan tilang biru. Biarpun polisi mematuhi, pihak kejaksaan ingin yang diberlakukan tilang merah.

“Kalau polisi bantu kita kasih tilang biru supaya orang kapok karena kena denda maksimal, jaksa protes, karena jaksa maunya tilang merah. Nah yang bisa atur polisi dan jaksa Cuma presiden,” tuturnya.

Menurut Ahok, lebih gampang menjadi presiden ketimbang gubernur untuk ngurus Jakarta. Karena, katanya, kewenangan gubernur dan wakilnya yang terbatas menyebabkan dirinya sulit menerapkan aturan di area kekuasannya sendiri.

Karenanya, Ahok berharap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo segera terpilih jadi presiden. Dengan demikian bisa membantunya menyelesaikan permasalahan di Jakarta.

“Supaya bisa kontrol semuanya, kontrol polisi, kontrol jaksa, Pak Jokowi nyapres. Kalau saya, jika Pak Jokowi tidak jadi capres, mending saya saja yang jadi capres. Biar gampang beresin Jakarta,” canda mantan bupati Belitung Timur itu.