Polisi Panggil Puput Melati Soal Kasus Pencurian Emas

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Perkara dugaan tindak pencurian emas yang dilakukan Guntur Bumi di rumah Abdul Hakim Rauf, mantan pasiennya di Balikpapan dua tahun silam telah menyeret nama Puput Melati, sang istri. Besok, 8 Mei 2014 rencananya mantan penyanyi cilik tersebut akan dipanggil pihak kepolisian.

Kabar pemanggilan tersebut dibenarkan oleh kuasa hukum Abdul Hakim Rauf, Herdian.

“Betul, akan dipanggil Kamis ini. Laporan pencurian dengan terlapor UGB, Puput akan dipanggil sebagai saksi,” ungkap Herdian ketika dihubungi wartawan.

Dalam laporan kliennya, kata Herdian, Guntur Bumi atau Joko Susilo Wibowo tertulid sebagai terlapor atas dugaan tindak pencurian emas seberat 250 gram, saat proses pengobatan yang dilakukan Guntur Bumi di kediaman kleinnya dua tahun silam.

Menurut Herdian, pihaknya yakin jika wanita yang kini tengah berbadan dua itu merupakan pihak yang juga turut bertanggung jawab atas pencurian tersebut. Pasalnya, ada yang pernah melihat Puput mengenakan perhiasan tersebut.

Cincin-cincin, gelang-gelang, dan kalung, totalnya bisa mencapai Rp1 miliar. Ada saksi yang melihat bahwa Puput menggunakan perhiasan itu. Saudari Puput diduga ikut membantu pencurian yang dilakukan suaminya,” tukas Herdian.

Sementara itu, kuasa hukum Guntur Bumi menyatakan telah mengajukan surat penundaan pemanggilan Puput Melati dengan alasan Puput tengah hamil 3 bulan.

“Kita mengajukan surat untuk menunda pemeriksaan, akan ada kekhawatiran jika naik pesawat. Faktanya mbak Puput mengandung tiga bulan, masa kehamilan yang masih rentan,” ungkap Sunan Kalijaga, ditemui di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (7/6/2014).

Sunan sendiri yakin bahwa permohonan penundaan pemanggilan tersebut akan disetujui penyidik Polres Balikpapan, lantaran pada umumnya dalam sebuah pemeriksaan, penyidik kan memperhatikan kondisi fisik si saksi.

“Ya pasti penyidik akan memperhatikan hak-hak yang dipanggil, biasanya akan ditanyakan dulu tentang kondisi kesehatan yang bersangkutan,” imbuh Sunan.(SIS)