KPK Kembali Tetapkan Mantan Sekjen ESDM Tersangka

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM dalam beberapa proyek anggaran 2012.

“Setelah melakukan penyelidikan dan beberapa kali gelar perkara maka disimpulkan penyelidikan ini ditingkatkan ke penyidikan, dan disimpulkan WK (Waryono Karyo) selaku Sekjen di Kementerian ESDM ditetapkan sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu.

Ada tiga proyek yang disangkakan yaitu pertama kegiatan sosialisasi sektor energi dan sumber daya mineral, kedua kegiatan sosialisasi hemat energi dan ketiga kegiatan perawatan kantor Sekjen Kementerian ESDM.

“Penggunaan anggaran di Kementerian ESDM yaitu di kesekjenan pada 2012 sekitar Rp25 miliar terdiri dari beberapa pengadaan barang dan jasa, dari hasil perhitungan sementara diduga negara mengalami kerugian Rp9,8 miliar,” ungkap Johan.

Menurut Johan, ada dugaan penggelembungan harga dan penyalahgunaan wewenang dalam proyek-proyek tersebut.

“Apakah ada pihak swasta yang terlibat tergantung pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK yaitu sejauh penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyimpulkan ada pihak-pihak lain yang terlibat, tapi saat ini baru WK (Waryono Karno) yang jadi tersangka,” tambah Johan.

Menurut Johan, kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Waryono Karno sebelumnya.

Atas perbuatannya tersebut, KPK menyangkakan Waryono berdasarkan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 mengenai perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya dalam jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara.

Ancaman pelaku yang terbukti melanggar pasal tersebut adalah pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

Sebelumnya sejak 16 Januari 2014, KPK menetapkan Waryono sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan di Kementerian ESDM dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 4-20 tahun kurungan dan pidana denda Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus penerimaan suap mantan Kepala Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini yaitu penemuan uang 200 ribu dolar AS di ruang Waryono.