Boediono: Kalau Century Dibiarkan, Krisis 1997-1998 Akan Terulang

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono menyampaikan alasan perlunya menyelamatkan Bank Century. Menurut Boediono pada tahun 2008 terjadi krisis ekonomi global. Jika satu bank mengalami kendala, dikhawatirkan akan membuat gonjang-ganjing perekonomian Indonesia.

Menurut Boediono, berkaca dari krisis pada 1997-1998, biaya yang harus ditanggung karena bola salju penutupan bank dalam situasi krisis, juga merembet sampai ke biaya sosial politik.

“Yang mungkin jatuh adalah Century, maka akan terjadi rentetan penyerbuan bank. Ini pengalaman 1997-1998. Dalam situasi krisis, banyak isu beredar bank mana yang mengalami masalah likuiditas. Menutup bank dalam situasi seperti itu risikonya luar biasa,” ujar Boediono saat bersaksi untuk mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (9/5).

Dia menuturkan tahun 2008 terjadi krisis global. Boediono merasa khawatir jika Indonesia kembali terseret pada krisis ekonomi.

“Kalau kita biarkan Bank Century jatuh pada November 2008, akan terjadi saya yakin apa yang kita alami pada 1997-1998,” tuturnya.

Boediono juga mengatakan bahwa pengalaman krisis 1997-1998 menjadi pertimbangan Dewan Gubernur BI dalam membaca situasi krisis 2008.
 
“Pengalaman 1997, tutup bank kecil yang totalnya 2 persen dari total aset perbankan, orang akan tanyakan lagi bank mana yang akan ditutup, terjadi rush, mandek, orang lalu menarik depositonya,” papar Boediono.