Dua Kelompok Massa Gelar Demonstrasi Saat Boediono Bersaksi

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI)  Boediono memenuhi panggilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini, Jumat (9/5) untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya. Boediono tiba di pengadilan Tipikor kira-kira pukul 07.50 dan langsung mengikuti jalannya persidangan mulai pukul 08.00.

Di luar ruang sidang, puluhan demonstran menggelar aksi unjuk rasa. Saat Boediono meninggalkan Pengadilan Tipikor untuk shalat Jumat, puluhan demonstran berteriak meminta ia ditangkap. “Tangkap Boediono sekarang juga,” teriak mereka.

Kata-kata tersebut diteriakkan oleh para pengunjuk rasa saat rombongan mobil yang membawa Wakil Presiden itu keluar dari Gedung Pengadilan Tipikor. Demonstran yang tergabung dalam Gerakan Ganyang Mafia Hukum Indonesia dan Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (Laki Pejuang 45) menggelar demo di depan Pengadilan Tipikor. Mereka meminta agar Boediono ditangkap dan ditetapkan sebagai terdakwa kasus bail out Bank Century.

Sementara itu, tidak jauh dari pengunjuk rasa yang menuntut Boediono ditangkap, berkumpul juga puluhan pendukung Boediono yang menamakan diri sebagai ‘Gerakan Kami Percaya Boediono’. Massa yang mengenakan baju putih itu tidak lupa membawa spanduk bertuliskan ‘Kami bukan saudara, kami bukan tetangga, kami bukan sahabat, kami bukan teman, tapi kami percaya Boediono’.

Bukan hanya itu, mereka juga membawa sepasang burung merpati putih serta puluhan tangkai bunga mawar merah sebagai bentuk dukungan kepada mantan Gubernur BI itu.

Koordinator lapangan Gerakan Kami Percaya Boediono, Susetyo Raharjo mengaku yakin penyelamatan Bank Century oleh Boediono merupakan tindakan tepat. Sebab pada 2008 lalu terjadi krisis moneter.
 
“Kita dukung Pak Boediono atas kebijakan Century,” ujarnya.

Meski berbeda sikap, dua kelompok massa tersebut tidak sampai bentrok. Aparat keamanan yang sudah siaga sejak pagi tadi berupaya agar kedua kubu tidak saling berbenturan. Tak berselang lama, massa pendukung Boediono memilih membubarkan diri secara tertib.

Boediono diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dengan terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya. Persidangan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan berhenti sementara pada pukul 11.00 WIB untuk shalat Jumat. Rencananya sekitar pukul 14.00 WIB Boediono akan kembali ke Pengadilan Tipikor untuk melanjutkan persidangan.