Terungkap, SBY Ternyata Tahu Soal Pengucuran FPJP Century

Jakarta, Sayangi.com – Meski saat itu tengah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui adanya tindakan dan proses penyelamatan Bank Century melalui pengucuran Fasiltas Pengadaan Jangka Pendek (FPJP) tahun 2008 lalu.

Hal itu terungkap dalam rekaman Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16 November 2008 lalu yang diputar di persidangan lanjutan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Boediono yang merupakan Gubernur Bank Indonesia saat itu, saat memimpin RDG membeberkan bahwa ia sudah melaporkan proses penyelamatan Century saat itu. Setelah rapat itu, kata Boediono, ia dan jajaran BI bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyampaikan situasi, dan BI akan melakukan langkah awal sebelum ada keputusan KSSK pada malam harinya.

“Setelah itu saya melaporkan juga kepada presiden, Hari Kamis saat itu tidak ikut kliring itu resiko akan besar, ada macam-macam. Waktu presiden mendarat di Tokyo, saya melaporkan dan berikan arahan-arahan, Intinya ya ambil tindakan tepat, cepat tapi intinya jangan sampai ada dampak yang bisa mengganggu,” kata Boediono dalam rekaman RDG.

Terungkap juga, dalam rekaman itu bahwa Presiden SBY aktif menanyakan perkembangan Century melalui perwakilan yang tidak disebutkan jelas dalam rekaman.

“Bukan beliau, tetapi ngecek lagi, apa yang dilakukan dan yang terjadi. Saya katakan, itu Hari Jumat pagi, nggak ada apa-apa paginya. Kemudian saya minta mengecek di KBI, kemudian ada laporan tidak ada bank panik,” terangnya.

Ketika SBY mendarat di Washington, masih dalam rekaman itu, laporan kembali dilakukan Boediono. Isi laporan itu tidak ada bank panik, meski ada beberapa hal, yakni sedikit rush di Palembang. (MI)