Wow, Anak Penjahat BLBI Lolos ke DPR

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Tergolong sebagai anak seorang buronan, bukan batu hambatan untuk melenggang ke Senayan. Inilah yang kini dialami Charles Honoris. Meski seorang anak buron kasus perampokan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 1998 silam, Caleg PDIP untuk DPR RI dari Dapil Jakarta III ini tetap dipilih rakyat dengan  perolehan 96. 864 suara.

Bahkan, dalam pemilu legislatif 9 April lalu, pria lulusan pendidikan tinggi di bidang politik dan hukum di Tokyo, Jepang tersebut mampu mengalahkan Ketua DPR Marzuki Alie yang hanya memperoleh 25.897 suara dan Effendy Simbolon yang mendapat 89.028 suara.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah memilihnya.

“Saya sebagai kader PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada warga Jakarta atas dukungan yang telah diberikan,” ucap Charles melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Atas kepercayaan tersebut, pria yang juga Wakil Presiden PT. Modernland Realty Tbk. tersebut berjanji akan bekerja maksimal untuk memperjuangkan kepentingan konstituennya di parlemen nanti.

Seperti diketahui, Charles Honoris merupakan anak dari pengusaha Samadikun Hartono yang merupakan mantan Komisaris Utama Bank Modern. Ia tersangkut kasus penyelewengan dana BLBI sebesar Rp169 miliar pada 1997.

Mahkamah Agung pada  28 Mei 2003 dalam sebuah putusan kasasi menyatakan Samadikun Hartono bersalah dalam kasus penyelewengan dana BLBI dan dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun. Dia juga harus membayar denda Rp 20 juta subsider empat bulan kurungan. Putusan kasasi itu menganulir putusan bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 Agustus 2002. Ketika akan dieksekusi oleh jaksa, Bos Group Modern itu melarikan diri dan kuasa hukumnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan di tingkat kasasi tersebut.

Selanjutnya, pada 26 September 2008 Mahkamah Agung Menolak Permohonan PK yang diajukan Samadikun. Putusan PK itu dikeluarkan MA dengan majelis hakim yang terdiri dari Bagir Manan, Artidjo Alkostar, dan Abdul Kadir Mappong. Saat ini Samadikun Hartono masih berstatus pelarian sebagai penjahat penyelewengan dana BLBI.