Setelah Gebrak Meja, Ahok Minta Petugas Kebersihan Didata Ulang

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera melakukan pendataan ulang terhadap jumlah petugas kebersihan yang ada di seluruh wilayah Kota Jakarta.

“Terakhir, Dinas Kebersihan DKI melaporkan jumlah petugas kebersihan mencapai 8.000 hingga 9.000 orang. Tapi yang saya lihat, sampah masih banyak, Jakarta belum bersih,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, dengan jumlah petugas kebersihan sebanyak itu, kondisi wilayah ibukota seharusnya bisa senantiasa bersih dari sampah.

“Makanya, jumlah tersebut harus dicek lagi. Betul sebanyak itu atau tidak. Bagaimana status mereka (petugas kebersihan). Lalu, mereka semua itu benar-benar kerja atau tidak,” ujar Ahok.

Dia menuturkan pengecekan ulang tersebut perlu dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari adanya oknum yang mengaku sebagai petugas kebersihan.

“Karena honor yang dibayarkan kepada petugas kebersihan itu jumlahnya tidak sedikit, sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI sebesar Rp2.400.000. Jadi, jangan sampai ada yang mengaku-ngaku sebagai petugas,” tutur Ahok.

Selanjutnya, dia pun meminta kepada Dinas Kebersihan DKI agar cermat dan teliti dalam melakukan pendataan ulang jumlah petugas kebersihan yang ada.

“Kita juga meminta kepada Dinas Kebersihan agar menyusun pembagian kerja yang jelas, misalnya ada berapa petugas yang ditempatkan di setiap lokasi. Sehingga kita mudah dalam melakukan pengawasan, dan kita bisa tahu siapa yang kerja, siapa yang tidak,” tutur Ahok.

Tidak berhenti sampai disitu, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku telah memberikan instruksi kepada Dinas Kebersihan DKI agar pembayaran honor dilakukan melalui sistem transfer Bank DKI.

“Kita minta supaya masing-masing petugas kebersihan dibuatkan rekening dan kartu ATM Bank DKI supaya mempermudah dalam melakukan pembayaran honor. Kalau lewat ATM kan lebih jelas dan lebih mudah. Kita mau bulan depan para petugas sudah pegang ATM,” ungkap Ahok.