Empat Alasan Samad Dinilai Lebih Layak Dipilih Jokowi Daripada JK

Foto: Sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Sosok wakil presiden pendamping Jokowi hingga kini sudah mengerucut pada dua nama, Jusuf Kalla (JK) dan Abraham Samad. Dua nama ini disebut-sebut sedang dipertimbangkan oleh PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Jokowi sebagai calon presiden.

Lalu siapakah yang lebih layak mendampingi capres yang kini masih menjabat sebagai Gubernur DKI tersebut? Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila Yudha Firmasnyah menyebut nama Samad yang kini menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sosok yang lebih tepat.

“JK dan Abraham Samad sama-sama memiliki personal kepemimpinan yang ideal. Tapi usia JK yang sudah 74 tahun ini kurang pas,” kata Yudha di Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Ia mengemukakan, setidaknya ada empat alasan sekaligus kelebihan yang dimiliki Abraham Samad. Kelebihan ini tak dimiliki calon wakil presiden lain, termasuk JK. Kelebihan ini pula yang jadi alasan kenapa PDIP harus pilih Abraham Samad.

“Pertama, integritasnya teruji. Samad jadi ikon pemberantasan korupsi di Indonesia. Sosok yang konsisten, dipercaya dan bersih,” ujarnya.

Kedua, lanjut Yudha, Samad merupakan figur yang tegas dan pemberani, terutama terhadap terjadinya peluang korupsi di pemerintahan. Samad kata dia, bisa diandalkan mencegah hal tersebut.

“Penegakan hukum, reformasi birokrasi termasuk pengawasan pembangunan dapat dijalankan secara efektif,” imbuhnya.

Kelebihan ketiga, kata dia, Samad adalah tokoh muda yang bersih dari pengaruh kekuatan politik tertentu. Menurutnya, kebutuhan akan kepemimpinan muda bisa dijawab dengan tampilnya Jokowi dengan Abraham Samad.

“Jokowi pemimpin muda. Tapi kalau duet sama Pak JK ga bisa disebut kepemimpinan muda. Pemimpin muda itu kalau Jokowi duet samaAbraham Samad,” tegas Yudha.

Sedangkan kelebihan keempat, kata dia, Samad yang berasal dari luar Jawa dapat berkolaborasi dengan Jokowi dalam membuat terobosan pemerintahan.

Ia juga menilai, sebagai orang yang mengerti hukum, Samad diyakini dapat memberi pandangan yang jernih tanpa ragu. Sehingga, program dan kebijakan pemerintah tidak keluar dari rel yang sudah digariskan.