SBY Tanggapi Keheranan Jokowi Demokrat Dapat 10 Persen

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi pernyataan keheranan calon presiden PDIP Joko Widodo (Jokowi) terkait perolehan Partai Demokrat yang dapat mencapai 10 persen dalam perhitungan resmi KPU.

“Begini ya, saya diberitahu waktu saya di Myanmar, katanya beliau (Jokowi) heran kenapa suara demokrat jadi 10 persen, kader demokrat kasih tahu tentang ini,” kata SBY di depan Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, seusai menerima Gubernur DKI Jokowi.

Keheranan tersebut sempat dinyatakan oleh Jokowi di Manado, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu dan diberitakan oleh sejumlah media massa.

Jokowi mengkritisi kenapa dalam penghitungan riil KPU, suara partainya turun dibandingkan perkiraan sebelumnya, sementara sejumlah partai lainnya meningkat, termasuk Demokrat yang memperoleh 10,19 persen.

SBY mengatakan, perolehan suara Demokrat secara resmi, relatif mirip dengan hasil hitung cepat (quick count) yang diselenggarakan sejumlah lembaga.

“Jadi kalau dalam quick count atau hitungan cepat Demokrat dapat 9 sekian persen, dalam ‘real count’, hitungan resmi yang dilaksanakan KPU 10 sekian persen, itu masih sesuai dengan ‘margin of error’ (tingkat kesalahan) biasanya plus minus satu persen. Saya penasaran mengapa jadi masalah,” katanya.

SBY menambahkan, “Saya ingin tahu, saya mencoba mengapa Pak Jokowi menganggap satu lompatan yang beliau heran. Kalau tidak salah setelah saya baca pak Jokowi menganggap quick count demokrat ini hanya 7 persen, sehigga begitu meningkatkan jadi tiga persen beliau jadi heran. Nah saya ngecek, yang salah saya atau Pak Jokowi?” SBY mengatakan, setelah dirinya mengecek hasil hitung cepat di lembaga-lembaga survei, mendapati hasilnya tidak berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi KPU.

“Saya minta dicek, coba berapa sih, ‘quick countnya’ Partai Demokrat kemarin, karena saya sebagai pemimpin selalu ‘correct’ (tepat) dengan angka dan data. Kalau salah ya salah. Dan selama ini saya tidak ada masalah apapun dengan Pak Jokowi, oleh karena itu, saya ingin tau di mana letak permasalahannya tiba-tiba beliau heran dengan angka (Partai Demokrat) 10,19 persen,” kata SBY.

SBY memaparkan, dalam survei Kompas partainya memperoleh 9, 43 persen, LSI 9,12 persen, Saiful Mudjani (SMRC) 10 sekian persen, Indikator 9,7 persen, LSN,10,65 persen, Jaringan Survei 9,41 persen dan RRI, 10,26 persen.

“Jadi sebenarnya tidak luar biasa. Malah ada yang lebih rendah dibanding ‘quick count’. Kalau naik hanya nol koma sekian. Jadi menurut saya, itu tidak perlu diherankan. Mungkin informasi Pak Jokowi terima tujuh persen itu tidak akurat, yang betul seperti ini. Saya kira tidak perlu diperpanjang, saya kira rakyat juga sudah tahu, inilah dunia survei, kita harus belajar kembali soal survei adanya ‘margin of error’,” katanya. (An)