Artis yang Ditangkap BNNP di Kemang Adalah Julia Rasyidin

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Artis yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di Kawasan Kemang Jakarta Selatan Minggu (11/5) ternyata Julia Rasyidin. Sebelumnya sejumlah media sempat salah menyebut identitas artis tersebut sebagai Yulia Rachman. Pihak BNNP sebelumnya menyebut artis yang terjaring dalam operasi narkoba itu dengan inisial “YR” atau “JR”.

Kepastian identitas artis tersebut didapat dari sumber Sayangi.com yang menyaksikan secara langsung operasi ditangkapnya Julia Rasyidin (JR). Menurut sumber tersebut JR ditangkap di dalam mobilnya di parkiran tempat hiburan Neo Amor Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan pada Minggu (11/5) dini hari sekitar jam 03.30.

Sumber yang merupakan salah seorang karyawan di tempat hiburan itu menyebut tidak ditemukan narkoba di mobil JR, namun petugas mendapati sebuah alat hisap narkoba jenis sabu.

“Info yang saya terima saat ini dia (Julia Rasyidin) telah dibebaskan dan hanya dikenai wajib lapor,”  katanya, Selasa (13/5).

Sumber tersebut membenarkan bahwa Julia Rasyidin yang dimaksud adalah model yang sering dijumpai di majalah pria dewasa. JR juga disebut berprofesi sebagai disc jokey (DJ).

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Selasa (13/5) kembali memberikan pernyataan terkait public figure yang tertangkap lantaran diduga mengkonsumsi narkotika. Jika sebelumnya disebutkan inisialnya adalah YL dan atau YR, kini diungkap sebagai JR.

“JR ditangkap di Neo Amor, itu perempuan kurang lebih 32 tahun. Kelahiran Medan. Sekali lagi nggak ada target-targetan,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan BNNP DKI, Sapari, saat ditemui wartawan di Gedung BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/5/2014).

Menurut Sapari, 9 orang dari 13 orang yang ditangkap, positif menggunakan tetrahidro caldidoit. Sementara itu dua orang positif menggunakan metamfetamin, termasuk salah satunya adalah JR. Satu orang lagi diketahui positif menggunakan kelompok opium. Dan dari penggeledahan tersebut, tidak ada barang bukti kecuali dari tes urine.

“Barang bukti yang ditemukan dari semua tersangka hanya hasil tes urine,” tuturnya.