Di Malta, 880 Pesangan Berpisah Sejak Berlakukan Hukum Perceraian

Valletta, Sayangi.com – Pengadilan Malta memutuskan 880 kasus perceraian sejak pemberlakuan peraturan perceraian pada Oktober 2011. Hal itu diungkapkan Emanuel Mallia, Menteri Urusan Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di parlemen pada Senin (12/5/2014) malam.

Saat menjawab satu pertanyaan parlemen, Mallia mengatakan 40 kasus perceraian diputuskan pada 2011, 420 perceraian pada 2012, dan 334 pada 2013, kata Xinhua. Selama empat bulan pertama 2014, sebanyak 86 putusan dikeluarkan sehingga jumlah kasus yang diputuskan menjadi sebanyak 880.

Malta tak memutuskan perceraian sampai Oktober 2011, kendati perkawinan sipil diberlakukan pada 1975, kecuali pengakuan perceraian yang diputuskan oleh pengadilan asing.

Anggota parlemen dari Partai Nasionalis Jeffrey Pullicino Orlando lah yang mengajukan mosi anggota pribadi bagi pemberlakuan perceraian di Malta. Pada 25 Juli 2011, Parlemen Malta melakukan pemungutan suara untuk mensahkan perceraian, setelah referendum pada Mei.

Jumlah gugatan cerai paling banyak diajukan ke pengadilan pada beberapa pekan pertama setelah peraturan perceraian diberlakukan. Sebanyak 222 gugatan cerai diajukan antara Oktober dan Desember 2011. (Ant/Xinhua-OANA)