Pakar: Presiden Terpilih Harus Perhatikan Wilayah Perbatasan

Foto: Istimewa

Yogyakarta, Sayangi.com – Presiden yang terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden 2014 harus memperhatikan wilayah perbatasan Indonesia karena kondisinya masih memprihatinkan, kata pakar ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Nurmandi.

“Siapa pun presidennya harus bisa menjamin kehadiran negara di wilayah perbatasan Indonesia karena terkesan tidak ada peran dan kontribusi negara di sana. Kondisi masyarakat di perbatasan masih sangat memprihatinkan,” katanya di Yogyakarta, Senin.

Pada diskusi panel “Menguji Ide dan Gagasan Calon Presiden: Jalan Kemandirian Bangsa”, ia mengatakan peran Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal selama ini terkesan hanya sebatas simbol pemerintahan tetapi tidak mampu berbuat apa pun.

“Hal itu terlihat dari wilayah perbatasan Indonesia yang belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah. Peran pemerintah melalui kementerian terkait belum dapat menunjukkan kinerja nyata,” katanya.

Menurut dia, akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Perguruan tinggi di wilayah perbatasan tidak ada yang berkualitas.

“Hal itu sangat berbeda dengan kebijakan negara jiran seperti Thailand dan Malaysia yang sangat memperhatikan wilayah perbatasannya dengan membangun kampus-kampus yang berkualitas,” katanya.

Ia mengatakan presiden terpilih dituntut membentuk pemerintahan kuat yang tidak sekadar bagi-bagi jabatan dan mampu membuat semua elemen mengerjakan kebijakannya. Presiden harus berani mengambil kebijakan yang tidak populer dengan memecat pejabat yang tidak bekerja optimal.

Pemerintahan yang kuat, kata dia, akan membuat semua elemen mengerjakan segala kebijakan yang ditetapkan baik di tingkat pusat maupun derah tetapi tidak otoriter.

“Presiden harus bisa mengendalikan para menterinya. Jika tidak beres ya pecat,” kata Nurmandi.