Ratusan Investor Italia Tertarik Masuk ke Indonesia

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Asosiasi Bisnis Italia di Indonesia (IBAI) Luigi Carlo Gastel mengatakan ratusan perusahaan Italia tertarik masuk ke Indonesia pada beberapa tahun mendatang, dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai satu miliar dolar AS.

“Setiap UMKM saja dapat berinvestasi sekitar 5 hingga 10 juta dolar AS. Perusahaan Italia yang masuk juga akan meningkat, dan dapat mencapai 100 perusahaan,” kata Gastel setelah penandatanganan kerja sama antara Kadin dan IBAI di Jakarta, Selasa (20/5/2014) malam.

Menurut Gastel, saat ini baru terdapat sekitar 20 perusahaan dari Italia yang sudah merealisasikan investasinya.

Mayoritas perusahaan tersebut bergerak di sektor otomotif, dan juga permesinan untuk pertambangan. Beberapa di antara perusahaan itu adalah Ferrari dan juga perusahaan permesinan di pengeboran minyak lepas pantai Saipem S.p.A Mengenai permintaan Kadin agar pengusaha Italia banyak berinvestasi di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Gastel mengatakan bahwa investasi untuk sektor tersebut kemungkinan masuk ke dua sektor yakni otomotif, serta juga makanan dan minuman. Namun, tidak menutup kemungkinan, investasi Italia masuk ke sektor UMKM lainnya.

Untuk otomotif, kata Gastel, sektor UMKM pemasok komponen mengalami sedikit kendala karena pasar Indonesia sudah dimasuki “pemain lama” otomotif dari Jepang.

“Untuk komponen mesin, perusahaan dari Italia memasok industri besarnya. Industri besarnya di Indonesia ada banyak perusahaan Jepang. Kami harus juga koordinasi ke mereka,” ujarnya.

Sedangkan, sektor UMKM makanan dan minuman, kata dia, akan lebih mudah direalisasikan. Menurut Gastel, skema investasi terbaik untuk UMKM makanan dan minuman adalah perusahaan gabungan (joint venture). Meskipun demikian, hingga saat ini IBAI belum mendengar terdapat rencana realisasi investasi untuk sektor UMKM makanan dan minuman.

“‘Let’s see’. Namun, menurut saya bukan angka yang paling penting. Namun semangat dari kerja sama ini adalah untuk membantu pengusaha Indonesia ke Italia dan sebaliknya. Indonesia adalah mitra ekonomi yang sangat penting sekali,” tuturnya.

Beberapa perusahaan Italia, menurut dia, juga tertarik berkecimpung di dunia perbankan di Indonesia.

“Saat ini belum ada Bank Italia di Indonesia. Ini akan menjadi daya tarik,” jelasnya.

Kerja sama IBAI dan Kadin, salah satunya memiliki misi untuk mempermudah akses perdagangan kedua negara. Usaha mempermudah itu, termasuk kemitraan di bidang logistik untuk memperlancar arus barang dan jasa.

Sejak 2009, nilai perdagangan antara Indonesia dan Italia menunjukkan tren positif. Pada 2013, berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang dikutip Kadin, Indonesia menikmati surplus dari Italia sebesar 443 juta dolar AS. Italia menyerap impor dari Indonesia senilai 2,1 miliar dolar AS, sedangkan eskpornya hanya 1,6 miliar dolar AS.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan Indonesia berpeluang menikmati surplus yang lebih besar.

“Trennya sangat positif dalam dua tahun ke belakang. Tahun ini surplusnya pasti akan naik lagi, walaupun saya tidak dapat katakan bisa 100 persen naiknya,” ungkapnya menandaskan. (MI/Ant)