Bambang W Suharto Bantah Janji Promosikan Jabatan Kajari Praya

Foto: Istimewa

Mataram, Sayangi.com – Bambang Wiratmaji Suharto membantah telah menjanjikan promosi jabatan untuk terdakwa kasus suap Subri yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal ini disampaikan Bambang saat menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus suap kepengurusan sengketa lahan di wilayah Selong Belanak, di ruang sidang tindak pidana korupsi, Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Jumat.

“Kalau secara tegas saya tidak pernah menjanjikan sesuatu,” kata Bambang.

Bambang mengaku, hanya pernah dimintai tolong oleh Direktur PT Pantai Aan Lusita Anie Razak untuk mengurus kepindahan terdakwa Subri menjadi aspidum kejaksaan di Jakarta, Lampung atau Banten.

Bambang mengaku pernah menerima curiculum vitae (CV) milik terdakwa Subri yang diterimanya melalui Lusita untuk promosi jabatan aspidum Banten. Permintaan tersebut ditanggapi saksi Bambang dengan meminta Lusita memasukkan cv Subri ke dalam mobil.

Dugaan promosi jabatan juga terungkap dalam transkrip telepon yang merekam pembicaraan antara saksi Bambang dengan terpidana Lusita. Dalam beberapa kali percakapan, Lusita dengan jelas meminta kepada Bambang W Suharto untuk membantu mempromosikan Subri sebagai Aspidum Banten yang saat itu langsung dijawab oleh Bambang.

“Oiya, kalau itu prioritas,” kata Bambang.

Bambang mengaku mengenal terdakwa, saat kasus sengketa lahan di kawasan Selong Belanak atau kasus Along jilid I dilaporkan ke Polres Lombok Tengah. Saat itu, Bambang bersama Lusita dan JPU Aprianto Kurniawan bertemu terdakwa Subri di Kantor Kejari Praya.

Dalam pertemuan tersebut, saksi Bambang mengaku pernah membicarakan masalah pelaporan Along dan meminta tolong kepada Kajari untuk mempercepat proses serta penahanan Along jika seluruh berkas sudah dianggap memenuhi syarat.

Selain bertemu Kajari, sebelumnya Bambang juga pernah bertemu dengan Kapolres Lombok Tengah Supriyadi, Kepala PN Praya Sumedi serta Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah Deny Septiawan untuk berkonsultasi dan menanyakan perkembangan kasus sengketa lahan milik PT Pantai Aan di wilayah Selong Belanak.

Bambang membantah pernah memberikan uang pada mereka. Menurut Bambang, dia hanya memberikan bingkisan berupa buku dan oleh-oleh kaos yang dititipkan kepada Lusita untuk diberikan kepada Kapolres Lombok Tengah dan tim penyidik.

Selama kasus Along bergulir, lanjut dia, Bambang selalu mendapatkan laporan dari Lusita yang memang ditugaskan perusahaan untuk mengurus segala sesuatunya di Lombok. Termasuk laporan adanya demo tandingan yang mendukung PT Pantai Aan dan kabar bahwa Sugiarta alias Along yang memberikan uang Rp200 juta untuk majelis hakim.

Selain itu, Bambang juga mengaku pernah mendapatkan laporan dari Lusita terkait biaya-biaya yang telah diberikan kepada Deni dan Aprianto masing masing sebanyak Rp10 juta dan Rp15 juta.

“Lusi pernah memberitahukan bahwa dia sudah berikan uang ke Deni Rp10 juta dan Iwan Rp15 juta tapi saya diam saja. Saya hanya minta nanti dilaporkan ke rapat pemegang saham,” kata Bambang.

Selain saksi Bambang, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sutarno tersebut turut memeriksa Budi Hermawan yaitu suami dari terpidana Lusita yang telah menjalani hukuman di LP Mataram. Selanjutnya sidang akan dilanjutkan pada Jumat (30/5) dengan agenda pemeriksaan saksi.