Prediksi Final Liga Champion Antara Real Madrid vs Atletico Madrid

Lisabon, Sayangi.com – Baik Carlo Ancelotti yang kenyang pengalaman sebagai pelatih bertangan dingin, maupun Diego Simeone yang dipuji sebagai pelatih berjuluk “dewa” di tengah para pemainnya, sama-sama mahfum bahwa pertimbangan psikologis kerapkali mempengeharuhi kemenangan sebuah tim menghadapi laga krusial sekelas final Liga Champions.

Pertimbangan psikologis disebut-sebut sebagai salah satu faktor menentukan ketimbang menyandarkan diri kepada skema taktik.

Faktor psikologis begitu mahakuasa menghadapi duel final Liga Champions antara Real Madrid melawan Atletico Madrid yang digelar di Estadio da Luz, Lisabon, Portugal, pada Minggu dini hari, pukul 01.45 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan oleh SCTV.

Diego Simeone dalam sebuah wawancara di Lisabon, pelatih Atletico Madrid itu menyatakan, “Dalam laga final seperti ini, pemenangnya adalah tim yang mampu keluar dari diri sendiri dan mengatasi segala cengkeraman rasa gundah gulana.”

Bagaimana tidak gundah gulana? Sebagai juara kompetisi Liga Spanyol (La Liga) musim ini, pasukan “Los Rojiblancos” julukan bagi Atletico Madrid, ingin menyempurnakan prestasinya di planet sepak bola Eropa dengan menjadi juara Liga Champions musim ini.

Laga final Liga Champions yang digelar di tanah kelahiran Cristiano Ronaldo ini menyimpan tegangan psikologis bahwa kedua finalis sama-sama klub yang berasal dari Spanyol.

Di sanubari Real Madrid, final Liga Champions kali ini merupakan pelipur lara dari kegagalan pasukan “Los Galacticos” di ajang kompetisi domestik. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menyimpan asa dapat menggondol penggenapan “la decima” atau capaian gelar juara untuk kesepuluh kalinya di Liga Champions.

Laga final yang digelar di Lisabon kali ini juga berpredikat sebagai Derby Madrid. Jelas bahwa pertandingan ini bakal berlangsung alot ditingkahi dengan jual beli serangan dan adu kokoh lini pertahanan, selain adu penguasaan bola dan zona petrmainan di lini tengah.

Senada dengan pernyataan Simeone, pelatih berkebangsaan Italia, Ancelotti dalam sebuah wawancara mengatakan, faktor psikologis lebih memegang peran menentukan ketimbang hanya mengandalkan taktik.

Daniel Kahneman, pemenang penghargaan Nobel yang menulis buku berjudul Thinking Fast and Slow, menegaskan bahwa ruang hati terdalam dari setiap manusia amat menentukan kualitas keputusan dalam bertindak dan bertingkah laku. Sementara, fans, para pengamat sepak bola dan wartawan lebih menyibukkan diri dengan menakar pertimbangan taktik, skema permainan dan aspek keberuntungan.

Kematangan masing-masing pelatih dari dua kubu yang berseteru amat menetukan sukses tidaknya tim yang mereka besut, apalagi laga ini bertajuk final yang benar-benar menguji ketahanan mental, baik bagi Simeone maupun bagi Carletto.

Pelatih berpengalaman pun terkadang tergelincir ketika berhadapan dengan uji ketahanan psikologis manakala menghadapi laga final.

Menghadapi laga final di Lisabon ini, Ancelotti terus menggenjot motivasi anak asuhannya dengan menayangkan rekaman video berisi mosaik kehebatan Josep Gurdiola ketika melatih Barcelona.

Di mata pelatih Italia itu, Pep Guardiola tampil layaknya gladiator yang berani menantang lawan bermodal tekad membaja dan semangat membara untuk mengalahkan siapapun lawan yang dihadapi.

Fokus, fokus, dan fokus, itulah faktor psikologis yang menentukan menang tidaknya sebuah tim ketika menghadapi laga final.

Asa meraih La decima hendaknya tidak menjadi beban, melainkan menjadi pendongkrak semangat bagi kubu Real Madrid.

Untuk meraih “La Decima” atau kali kesepuluh mereka meraih trofi Liga Champions, kubu Madrid menggelontorkan dana sebanyak lebih dari 1,24 miliar euro atau sekitar Rp19,6 trilyun. Klub ini bepredikat sebagai klub terkaya di bawah kolong langit.

Jika saja skuad asuhan Simeone ini keluar sebagai juara Liga Champions kali ini, maka Atletico Madrid menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Liga Champions tanpa pernah menelan kekalahan.       

Data dan fakta kedua tim:

Real Madrid:
* Xabi Alonso akan absen dalam laga final kali ini karena terkena suspensi. Posisinya di gelandang akan digantikan oleh Asier Illarramendi.
* Ancelotti sedang menaruh perhatian ekstra dengan masa pemulihan Jese yang mengalami cedera.
* Diego López, Álvaro Morata dan Karim Benzema masih diliputi tanda tanya apakah akan diturunkan atau tidak dalam pertandingan melawan Atletico Madrid kali ini. Terbukan kemungkinan bahwa tiga pemain itu diturunkan asal mereka memang benar-benar bugar.
* Ancelotti sangat berharap kepada kesiapan dari Cristiano Ronaldo, meski kabar terakhir pemain asal Portugal ini siap berlaga di final Liga Champions.
* Real Madrid tidak pernah kalah dalam 30 kali laga melawan Atletico di segala kompetisi.
* Real Madrid meraih tujuh kemenangan dari delapan laga di ajang Liga Champions, termasuk laga babak penyisihan.
 
Atletico Madrid:
* Gabi telah pulih dari masa suspensi. Ia diharapkan dapat mendampingi Tiago di lini tengah.
* Simeone mengatakan pada pekan ini bahwa kondisi Diego Costa terus dipantau dari hari ke hari. Ia tampak berlatih pada Rabu pekan ini setelah menjalani perawatan medis tradisional di Belgrade.
* Raul Garcia siap berjibaku bersama dengan David Villa untuk menggedor pertahanan Real Madrid.
* Atletico tidak pernah menelan kekalahan dalam 12 laga terakhir mereka di Liga Champions, termasuk laga di babak penyisihan.

Komentar dua pelatih:

Carlo Ancelotti (Real Madrid):
“Atletico bukan tim yang dapat tampil terbuka dengan gencar menyerang. Mereka tampil kompak ketika menyerang. Mereka maju ke depan dengan penguasaan bola yang ekstra mumpuni. Kami telah menghadapi mereka dalam empat laga selama musim ini, dan kami sudah saling tahu corak bermain masing-masing.”

“Kami perlu ekstra kerja keras agar dapat mengalahkan mereka. Mereka mampu menjalin kerjasama apik di semua lini. Untuk itu, kami memandang perlu punya jalinan kerjasama yang kompak seperti mereka. Di sini, kami berharap dukungan seluruh fans seperti ketika kami bertanding melawan Borrusia Dortmund di babak kuarter final dan laga semi final melawan Bayern Muenchen,”

“Sebagai tim, Atletico sedang dilanda euphoria karena keluar sebagai juara La Liga musim ini. Untuk itu, kami justru
termotivasi mengalahkan mereka.”

“Anda perlu rileks manakala ingin meraih asa La Decima. Masalahnya, kami perlu menghalau rasa was-was. Perasaan takut perlu diusir, meski kami juga perlu menyiapkan diri dengan meracik taktik. Cita-cita meraih La Decima bukan obsesi. La Decima semata-mata motivasi besar untuk meraih prestasi lebih tinggi. Kami punya kans menorehkan sejarah di klub ini.”

“Kami akan memompa semangat dengan berbekal asa meraih La Decima. Kami akan mengerahkan seluruh daya energi untuk mewujudkan La Decima.”

Diego Simeone (Atletico Madrid):

“Setiap orang tahu bahwa laga final ini begitu mencekam, karena kami menghadapi Real Madrid. Tugas saya jelas, membawa tim ini meraih kemenangan.”

“Ini jelas kesempatan besar. Laga kali ini benar-benar saya rasakan sebagai sarat tanggungjawab, karena di seberang sana cukup banyak orang berharap kami meraih kemenangan dan meraih trofi (Liga Champions).”

“Arda (Turan) dan (Diego) Costa sudah makin membaik bahkan mereka sudah kembali berlatih bersama tim. Keduanya pemain andalan kami. Tentunya kami terus memantau mereka.”

“Sebagai pelatih, laga (final) kali ini menyimpan gelora membara. Untuk itu, saya harus bekerja lebih keras lagi bersama para pemain. Kami perlu berhati-hati, karena lawan yang kami hadapi yakni Real Madrid.”

“Kami memang telah meraih gelar sebagai juara Spanyol, sebuah prestasi membanggakan, meski laga final kali ini benar-benar unik, karena itu kami perlu lebih berkonsentrasi.” (An)