Golkar Copot Agus Gumiwang Dari Wakil Ketua Komisi I DPR

Jakarta,sayangi.com– Fraksi Partai Golkar di DPR mencopot Agus Gumiwang Kartasasmita dari jabatan Wakil Ketua Komisi I DPR RI terhitung Senin (26/5) hari ini, dan menggantikannya dengan Tantoni Yahya.

Selain Agus Gumiwang, dua anggota Fraksi Partai Golkar di DPR juga dirotasi. Keduanya adalah Poempida Hidayatullah yang dirotasi dari Komisi IX ke Komisi VIII dan Nusron Wahid dirotasi dari Komisi XI ke Komisi VIII.

Satu anggota DPR dari Fraksi Golkar lainnya, yakni Adi Sukemi tetap berada di Komisi V, tapi kedudukannya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) dialihkan ke Gandung Pardiman.

Agus Gumiwang, Poempida, dan Nusron Wahid adalah beberapa politisi muda Partai Golkar yang beberapa waktu lalu memberikan dukungan terbuka kepada pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK. Sikap politik mereka berbeda dengan sikap resmi DPP Partai Golkar yang bergabung dalam koalisi pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Saat dikonfirmasi terkait pencopotannya sebagai wakil ketua komisi I DPR, Agus Gumiwang membenarkan informasi tersebut.

“Ya, saya dicopot dari Komisi I DPR RI, atas perintah ARB karena secara terbuka mendukung Jokowi-Jusuf Kalla,” kata Agus, Senin (26/5).

Dia menyatakan bisa menerima keputusan partai tersebut. Tak hanya dicopot sebagai wakil ketua komisi I DPR, katanya, ia juga siap dipecat sebagai anggota DPR.

“Saya siap menerima dengan legowo dan ikhlas. Kabarnya saya dipindah ke Komisi X. Kalau ada komisi lima belas, saya pun siap digeser ke sana,” kata Agus.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Setya Novanto juga membenarkan informasi tentang rotasi tiga anggota fraksinya di DPR RI yang berlaku mulai Senin ini.

Namun, Setya Novanto menegaskan, rotasi itu tidak dilakukan semata-mata karena adanya perbedaan pandangan, tapi lebih kepada penyegaran dan upaya peningkatan kinerja fraksi.

Menurut dia, kebetulan saat ini sudah mendekati Pemilu Presiden 2014 dan ada beberapa kader Partai Golkar yang memiliki pandangan politik tidak sama dengan sikap resmi Partai Golkar.

“Kalau adanya dukungan ke capres-cawapres yang lain, itu hanya kebetulan,” tuturnya, seperti dikutip Antara.