Pemerintah Diminta Serius Dukung Pengusaha Pemula

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah diminta agar mengambil langkah nyata dan serius mendukung pengusaha pemula guna merangsang pertumbuhan jumlah pengusaha di Indonesia. Hal itu sebagai bekal dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015.

Permintaan itu dilontarkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). HIPMI menilai, sokongan pemerintah terhadap pengusaha pemilu sangat penting dilakukan. Salah satu contoh misalnya dengan pemberian insentif.

“Insentif dari pemerintah untuk pengusaha pemula sangat penting dan harus dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pengusaha pemula di Indonesia, insentif itu dapat dilakukan dengan bernbagai skema” kata Ketua HIPMI Bidang Infrastruktur, Bahlil Lahadalia, di Medan, Rabu (28/5/2014) dalan kunjungan kerja ke BPD Sumatera Utara.

Bahlil mengatakan, di Indonesia jumlah pengusaha masih 1,56 persen dari jumlah penduduk. Seharusnya jumlah penduduk yang menjadi pengusaha paling sedikit sebanyak dua persen dari total jumlah penduduk.

“Apabila menginginkan pertumbuhan bagus dan cepat maka paling tidak pengusaha di Indonesia harus berjumlah lima persen dari total jumlah penduduk,” jelasnya.

Ia memberikan contoh, salah satu skenario yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengambil kebijakan pengalokasian sebagian deviden dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dipinjamkan bagi para pengusaha pemula.

“Pemerintah perlu memberikan dana segar bagi para pengusaha pemula, karena bank tidak bisa memberikan pinjaman dengan cuma-cuma,” ujar Bahlil.

Hal serupa juga diungkapkan Firsal Dida Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Utara. Ia menjelaskan, di sejumlah negara yang memiliki jumlah penduduk sedikit namun jumlah pengusahanya banyak, tugas pemerintahnya adalah menciptakan pengusaha tersebut dengan memberikan stimulus dan proteksi.

“Harus ada keberanian dari pemerintah untuk melakukan langkah-langkah nyata untuk mendukung para pengusaha pemula kami di BPD Sumut, melalukan pembinaan dikampus-kampus dengan membentuk HIPMI Perguruan Tinggi saat ini di sumut sdh lebih dari 2500 mahasiswa yang bergabung, beberapa di antaranya kami langsung dampingi,” tegas Dida