Pilpres 2014 Dinilai Bangkitkan Kembali Politik Aliran

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Menjelang pemilu presiden 9 Juli mendatang, Isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan)  mulai kencang dimunculkan. Isu agama menjadi isu yang diperhitungkan masing-masing capres dan menandakan bangkitnya kembali politik aliran di Indonesia.

“Yang menarik adalah, bangkitnya politik aliran saat ini. Real politik kita, kita masih disini. Mayoritas belum mau dipimpin oleh minoritas,” kata pengamat LIPI Siti Zuhro saat berbicara dalam diskusi bertajuk “Meneropong Capres-Cawapres 2014: Adakah Titik Kuat Visi-Misi dan Aksi?” Yang diselenggarakan oleh Freedom Foundation dan Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) di Kantor DPP PGK, Tebet, Jakarta, Kamis (29/5).

Menurut Siti, yang perlu dilakukan adalah mengkritisi dan memperhatikan visi-misi capres dan cawapres. Apakah sekedar jargon atau bisa diaplikasikan.

Senada dengan Siti Zuhro, pengamat politik UIN Zaki Mubarak mengatakan, pertarungan pilpres 2014 merupakan cerminan sejarah pertarungan  antara PNI dan NU berhadapan dengan Masyumi dan PSI.

“Sekarang ada kesamaan politik dengan 50 tahun lalu. Setelah 50 tahun politik aliran kembali. Jokowi-Jusuf Kalla adalah entitas politik tradisional yaitu nasionalis dan NU. Sementara Prabowo-Hatta adalah entitas Masyumi dan PSI,” ujar Zaki.

Politik kita, kata Zaki, masih sangat tradisional, bukan modern. Contohnya adalah adanya bahasa agama yang masuk ranah politik.

“Mestinya dalam demokrasi modern pembelahan bukan di politik aliran tapi visi dan misinya,” jelas Zaki.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad menjelaskan Penentu kemenangan kedua capres adalah swing voters yg mencapai 30-40 persen.

“Tergantung mereka merebut swing voters. Inilah yang akan menarik bagaimana merebut Jateng dan Jatim. Jateng adalah basis PNI, Jatim basis NU. Jabar hampir pasti jatuh ke tangan prabowo karena ini basis Masyumi,” terang Herdi.

Senada dengan Herdi, peneliti Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian mengatakan kemungkinan Prabowo akan menang di Jawa Barat.

“Jawa Barat saya kira karena dulu pernah menjadi basis Masyumi, maka Pak Prabowo kemungkinan menang disana karena didukung partai-partai Islam,” jelasnya.