Waspada! Penggunaan Ponsel Berlebihan Sebabkan Alergi Kulit

Foto: Telegraph.co.uk

California, Sayangi.com – Alergi yang menyerang seseorang bisa disebabkan oleh berbagai hal, baik karena debu ataupun bulu yang memang sudah sangat sering terdengar. Namun tahukah Anda bahwa ternyata alergi juga dapat disebabkan oleh telepon seluler atau ponsel?

Ponsel memang seringkali digunakan, namun ternyata penggunaan ponsel yang berlebihan dapat merugikan otak, mengubah postur tubuh juga dapat mengganggu kulit.

Menurut sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa penggunaan ponsel selama 30 menit secara terus menerus dapat meningkatkan resiko alergi ponsel, yakni Allergic Contact Dermatitis (ACD). Hal ini dapat terjadi bagi siapapun yang memiliki alergi terhadap nikel, kobalt dan juga kromium. Krom, kobalt serta logam lainnya yang ditemukan pada ponsel diketahui memang dapat menyebabkan ACD. Penelitian terbaru ini sendiri sempat dipublikasikan dalam jurnal Pediatric Allergy , Immunology, dan Pulmonologi.

“Dengan meningkatkan penggunaan ponsel, yang meliputi telepon, SMS, email, internet, dan game meningkatkan kemungkinan orang dewasa mengembangkan dermatitis ponsel,” tulis Clare Richardson, salah seorang peneliti Loma Lind University School of Medicine, California, seperti dilansir MedicalDaily, baru-baru ini.

Selain itu Jacob Thyseen, seorang peneliti utama dari University Hospital Gentofte Kopenhagen, bersama rekan-rekannya meninjau literatur tentang ACD pada anak-anak dan orang dewasa. Peneliti ini menguji nikel dan kobalt pada keypad atau headset terhadap setengah Blackberry, 75 persen Samsung dan 70 persen Motorola.

Sebagian besar peserta dalam studi ini melaporkan gejala ACD seperti kering, gatal, kemerahan, lesi yang bisa menjalar ke wajah atau telinga setelah menggunakan telepon tanpa berhenti selama 30 menit, atau selama lebih dari satu jam di siang hari. Alergi nikel ini mempengaruhi 10 persen anak-anak dan juga orang dewasa.

“Dengan meningkatnya penggunaan ponsel dan perangkat mobile lainnya, dokter anak mendiagnosa dan juga melihat kasus tambahan dari ACD,” ujar Dr. Marry  Cataletto.

Dengan meningkatnya angka penderita ACD akibat penggunaan ponsel yang berlebihan, maka para peneliti menghimbau agar dapat diambil langkah-langkah keamanan untuk membatasi paparan nikel.

Para pengguna ponsel bisa memanfaatkan headseat atau menggunakan speakerphone bila memungkinkan. Tidak hanya itu saja, para pengguna juga harus memperhatikan durasi pemakaian telepon karena durasi dan juga kondisi ponsel sangat berperan besar terhadap kemungkinan reaksi alergi.(SIS)