PDIP Bantah Akan Lakukan Pengawasan di Masjid

Jakarta, Sayangi.com – Pemberitaan bahwa PDI Perjuangan menempatkan aparatnya untuk melakukan aksi intelijen guna mengawasi masjid adalah sama sekali tidak benar, bahkan informasi itu dinilai sebagai ciptaan atau agenda setting dari pihak lain yang ingin memperkeruh suasana.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia, yang juga Ketua DPP PDI-P, Hamka Haq, di Jakarta, Minggu, mengatakan, sejarah PDI-P membuktikan justru partai itu yang sering menjadi korban operasi khusus, sementara PDI-P sama sekali tidak memiliki aparat intel.

“Yang kami miliki adalah rakyat Marhaen. Kami juga memiliki Baitul Muslimin yang memiliki peran penting dan strategis untuk membangun kader-kader manusia Indonesia yang berkarakter dan berakhak mulia,” tegas Hamka.

Dalam kaitan itu, Hamka menekankan bahwa baik PDI-P maupun pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, menempatkan masjid sebagai tempat yang suci, terhormat, dan sumber energi kebajikan untuk kemaslahatan Umat. Jokowi-JK tidak pernah berpikir untuk menjadikan Masjid sebagai tempat kampanye.

“Meskipun Pak JK sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, sikap kenegarawanan Pak JK justru melarang masjid dijadikan ajang penggalangan dukungan, meski untuk Pak JK sekalipun,” jelasnya.

Oleh karena itulah PDI-P mengajak semua pihak secara bersama sama menjaga tempat-tempat ibadah dengan seluruh penghormatan, sebagai tempat suci dan tidak disalahgunakan.

Hamka mengingatkan, mereka yang menggunakan tempat ibadah sebagai tempat penyiaran berita-berita yang tidak berdasarkan fakta, bahkan cenderung fitnah, justru telah menodai tempat suci itu.

Ia menegaskan Tim Kampanye Jokowi-JK tidak pernah memiliki niat sekecil apa pun untuk menempatkan intel di tempat ibadah. Demikian halnya dengan Jokowi dan Jusuf Kalla, merupakan pribadi yang ramah, dan tidak menggunakan tempat ibadah untuk tujuan politik.

“Pak Jokowi-JK selalu menaruh hormat pada kesucian tempat ibadah. Bahkan beliau berdua percaya, siapa yang mengobarkan kebencian di tempat suci, tidak akan mendapat dukungan dari rakyat,” ujarnya.

PDI-P juga menyatakan bahwa pernyataan seorang petinggi partai, Eva Kusuma Sundari, telah diplintir secara sepihak sehingga seakan-akan berkesan partai telah mengerahkan aparat untuk melakukan intelijen di masjid. (An)