Djoko Suyanto: Kampanye Hitam Tak Pengaruhi Masyarakat

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, mengatakan, kampanye hitam di dunia maya, media sosial dan media massa tak berpengaruh langsung kepada masyarakat untuk berbuat anarkistis.

“Aparat intelijen dari Badan Intelijen Strategis (Bais), TNI dan Polri sudah melakukan pemantauan terkait kampanye hitam tersebut. Kita monitoring sepanjang hari, tak berpengaruh kepada masyarakat. Masyarakat saat ini sudah mulai cerdas dan tak mau terpancing untuk melakukan hal-hal yang melawan hukum,” kata Djoko Suyanto dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi menyangkut Pengamanan Pilpres 2014 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Kendati demikian, dia memastikan polisi dan TNI siap mengamankan proses Pilpres, mulai dari pelaksanaan kampanye hingga pencoblosan pada 9 Juli 2014.

“Polri dan TNI akan siaga penuh hingga pelaksanaan Pilpres. Namun, aparat tetap diterjunkan disesuaikan dengan dinamika di lapangan,” tegas Djoko.

Djoko mengatakan, di tengah kebebasan saat ini, masyarakat akan mudah terpancing dengan isu-isu yang cenderung mengadu domba dan isu yang mengajak kekerasan serta melanggar hukum.

“Masyarakat harus mencerna isu-isu yang beredar agar tak terjadi hal-hal yang tidak baik. Bila ada intimidasi, ancaman dan money politics (politik uang), agar segera melaporkan kepada aparat terdekat sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” kata mantan Panglima TNI ini.

Dia juga meminta tim sukses kedua calon untuk menjaga suasana baik dan kondusif sehingga masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya pada 9 Juli dengan aman dan lancar tanpa ada intimidasi dan pengaruh-pengaruh yang tak diinginkan.

“Tim pemenangan capres dan cawapres juga harus koordinasi dengan aparat keamanan agar tercipta suasana yang damai hingga hari pencoblosan,” kata Djoko.

Menurut dia, bila nanti ada kubu yang tak setuju dengan hasil Pilpres agar menyalurkan aspirasinya ke lembaga yang berwenang, sesuai dengan kaidah dan hukum yang berlaku.

“Hindari tindakan yang anarkistis, merusak, main hakim sendiri karena akan merugikan masyarakat jauh lebih besar. Media massa juga memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif agar tercipta pelaksanaan pemilu yang aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

Rakor itu diikuti Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kepala BIN Marchiano Norman, dan tiga kepala staf angkatan.