Ini Komentar ARB Soal Wacana Percepatan Munas Golkar

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta,sayangi.com– Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menyatakan, kader-kader muda di partainya yang melontarkan wacana percepatan munas Partai Golkar merupakan orang-orang yang tidak memiliki hak suara di partai.

“Yang ngomong itu semua tidak punya hak suara. Tidak ada juga suara daerah yang menginginkan munas dipercepat,” kata ARB di sela-sela deklarasi koalisi permanen tujuh parpol pendukung Prabowo-Hatta di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (14/7).

ARB menegaskan, percepatan munas hanya bisa dilakukan jika mendapat restu dari dua pertiga DPD II Golkar, atau ada rapimnas.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan bahwa percepatan munas tidak akan terjadi, karena segala pergerakan Partai Golkar sudah mengikuti keputusan rapimnas beberapa waktu lalu.

“Golkar itu kuat karena ada sistem. Dan di dalam sistem itu ada aturan, ada AD/ART, ada keputusan rapimnas yang harus diikuti,” kata Idrus Marham di Jakarta.

Ditanya apakah Golkar akan beralih ke kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) apabila Prabowo-Hatta kalah dalam Pilpres, Idrus Marham menjawab diplomatis.

“Kita yakin menang, mengapa harus ada pikiran begitu,” ujar Idrus.

Sebelumnya beredar wacana percepatan munas Partai Golkar untuk melengserkan Ical dari kursi Ketua Umum Partai Golkar. Wacana ini diserukan sejumlah kader muda Golkar, salah satunya yang tergabung dalam Poros Muda Indonesia.

Perwakilan Poros Muda Indonesia Indra J Piliang menilai Ketua Umum Golkar selanjutnya harus merupakan sosok yang mau bekerja keras dan tidak mengambil kekuasaan untuk kepentingan dirinya sendiri.

Indra menyatakan kesiapan kader muda Golkar untuk mengambil alih kepemimpinan Golkar 2014-2019.