SBY Berharap MK Proses Gugatan Prabowo-Hatta Dengan Adil

Foto: setkab.go.id

Jakarta,Sayangi.com– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, gugatan yang diajukan pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap hasil Pemilu Presiden 2014 bukanlah sesuatu yang luar biasa.

“Dulupun dalam Pemilu Presiden tahun 2009, baik pasangan Megawati-Prabowo Subianto maupun pasangan Wiranto–Jusuf Kalla juga tidak menerima hasil yg diumumkan oleh KPU, dan kemudian membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Jadi, ini bukan yang pertama kali,” kata SBY dalam wawancara yang diunggah melalui Channel Youtube http://t.co/BHC3svGiGI pada Jumat (25/7).

Menurut Presiden, saat itu MK memproses gugatan yang diajukan pasangan Megawati-Prabowo Subianto maupun pasangan Wiranto–Jusuf Kalla itu secara transparan dan bertanggung jawab.

Kali ini pun, Presiden SBY memberikan kepercayaan penuh kepada MK untuk bisa memproses gugatan yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa.

“Saya juga memberikan dukungan sekaligus harapan kepada MK untuk menangani masalah ini dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” ujarnya.

Yang penting, lanjut SBY, mari kita berikan pengawasan kepada MK agar yang dilakukannya tepat sesuai dengan harapan kita semua.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan pesan Prabowo Subianto saat menyampaikan pernyataan pada 22 Juli yang lalu, agar massa pendukung dan konstituennya tenang, sambil menghormati proses yang sedang ditempuh melalui MK. Presiden berharap, hal ini betul-betul dilaksanakan.

“Saya juga punya keyakinan dan harapan agar segala sesuatunya diproses dengan baik karena yang penting adalah regularitas demokrasi harus dapat kita jaga,” kata SBY.

Berpikir Jernih dan Saling Menghormati

Menurut SBY, dalam situasi seperti yang terjadi pada 22 Juli lalu ataupun sekarang ini, sebaiknya kita semua bisa berpikir jernih, dan juga saling hormat menghormati. Pertama, lanjut SBY, kita harus menghormati KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang mandiri dan independen.

“Artinya, kita mesti percaya kepada KPU, dan dengan demikian juga menghormati hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU,” tutur Presiden SBY.

Kedua, menurut SBY, kita juga harus hormati Jokowi bersama Jusuf Kalla, yang oleh KPU dalam pengumumannya kemarin dinyatakan sebagai pemenang dalam Pilpres kali ini.

“Kalau Pak Jokowi beserta tim pendukungnya bersyukur, bersuka cita dan merayakannya, itu wajar dan juga harus kita hormati, meskipun pada saat saya mengucapkan selamat melalui telepon saya sampaikan Pak Jokowi bersuka cita, tentu pasti dari Bapak dan tim pendukung. Tetapi bagus kalau juga ada tenggang rasa, dengan demikian situasi yang baik tetap dapat kita jaga. Pak Jokowi juga memiliki pandangan yang sama, jadi saya senang,” terang SBY.

Presiden juga menegaskan, kita juga tetap menghormatiPrabowo Subianto ketika merasa tidak bisa menerima hasil pengumuman KPU itu, dan kemudian akan membawanya ke Mahkamah Konstitusi. Ini pun tidak luar biasa karena itu dibenarkan dlm mekanisme yang kita miliki sesuai dengan UUD dan UU yang berlaku,” tuturnya.

Menurut Presiden SBY, yang penting kalau kita sudah saling hormat menghormati dalam situasi seperti kemarin itu, yang paling bijak tidak perlu ada komentar-komentar yang memperkeruh suasana, yang justru bisa memanaskan situasi yang ada.

Presiden mengaku, ia sendiri sangat hemat dalam mengeluarkan pernyataan, meskipun didorong-dorong melalui SMS atau melalui sosial media untuk ikut memberikan komentar dan sebagainya. “Saya pikir tidak perlu, karena menurut pandangan saya semuanya dalam batas-batas yang wajar, tidak ada yang luar biasa,” tuturnya.