Presiden Brasil Kutuk Pembantaian Israel di Gaza

Foto: Reuters

Brasilia,Sayangi.com– Presiden Brasil Dilma Rousseff pada Senin (28/7) waktu setempat mengutuk serangan Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai pembantaian.

“Apa yang terjadi di Gaza berbahaya. Saya tidak berpikir itu genosida, tetapi saya pikir itu pembantaian,” kata Rousseff pada forum yang diselenggarakan oleh surat kabar Folha de Sao Paulo, untuk mendukung seruan PBB agar dilakukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas.

Brasil bergabung bersama dengan seruan internasional untuk menghentikan pertumpahan darah di wilayah pendudukan itu. Brasil pekan lalu menarik kembali duta besarnya untuk Israel, satu langkah yang menyebabkan persengketaan antara kedua negara.

“Ini adalah masalah kemanusiaan. Ini tidak dapat dilakukan di jalur kecil (di wilayah itu), dengan orang-orang yang berada dalam situasi ketidakamanan besar, sangat terancam, dengan banyak wanita dan anak-anak,” katanya.

Dilma Rousseff menyebut agresi Israel di Gaza sebagai tidak proporsional.

“Kita tahu bahwa dalam perang seperti ini, orang-orang yang jadi korban adalah warga sipil,” katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, menanggapi pernyataan Dilma Rousseff dengan menyebut Brasil sebagai “kurcaci diplomatik”.

Lebih dari 1.050 warga Palestina telah tewas dalam tiga pekan kekerasan yang menghancurkan di dan sekitar Gaza sejak Israel melancarkan ofensif, yang dikatakan bertujuan untuk menghentikan serangan roket pejuang Hamas.