Hamas Sepakat Gencatan Senjata 72 Jam di Gaza

Foto: AFP

Gaza,Sayangi.com– Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam di Gaza, mulai hari Jumat (01/08).

“Hamas dan semua gerakan perlawanan (Palestina) telah menerima gencatan senjata kemanusiaan 72 jam dari Jumat pukul 08.00 waktu setempat  (05.00 GMT) yang akan dihormati oleh semua gerakan jika pihak lain (Israel) juga menerima gencatan senjata,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhum, seperti dikutip AFP.

Sementara itu, dari lawatannya di New Delhi, India, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata 72 jam dalam konflik Gaza.

Kerry mengatakan bahwa kedua pihak akan memulai gencatan senjata pukul 08.00 waktu setempat (05.00 GMT) dan bahwa Israel dan Palestina akan mengadakan pembicaraan di Kairo.

Diplomat tertinggi AS itu mengatakan gencatan senjata akan berlangsung selama 72 jam “kecuali jika diperpanjang.”

“Selama itu pasukan di lapangan akan tetap di tempat,” kata Kerry, Jumat (1/8) pagi.

“Gencatan senjata ini sangat penting untuk memberikan warga sipil tak berdosa yang sangat membutuhkan penangguhan hukuman dari kekerasan,” kata Kerry dalam satu pernyataan Jumat pagi pada kunjungannya ke New Delhi.

Kerry mengatakan dia mengumumkan gencatan senjata bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang juga telah melakukan upaya serius untuk mengakhiri konflik berdarah itu.

Gencatan senjata diterapkan setelah berlangsung pertempuran selama 3,5 pekan yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina, sebagian besar warga sipil dan puluhan ribu orang lainnya mengungsi.

Korban di pihak Israel 58 orang, hampir semuanya tentara.

Israel mendapat kecaman keras atas tindakan mereka mengatasi penembakan roket oleh Hamas yang berujung dengan banyaknya korban tewas di pihak Palestina

Amerika Serikat menyatakan operasi militer Israel di Gaza telah membunuh dan melukai terlalu banyak warga sipil Palestina.

Gedung Putih menyatakan penembakan Israel terhadap sekolah PBB, yang dipakai sebagai tempat berlindung warga sipil Palestina, sangat tidak bisa dibela dan tidak bisa diterima.

Amerika adalah sekutu terdekat Israel dan memasok sebagian besar senjata yang digunakan di Gaza.