Meski Gencatan Senjata, Israel Ngotot Hancurkan Terowongan Gaza

Foto: Reuters

New Delhi,Sayangi.com– Israel akan tetap melanjutkan operasi-operasi penghancuran terowongan-terowongan selama 72 jam gencatan senjata di Gaza, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Jumat (1/8).

Kerry, yang mengumumkan kesepakatan gencatan senjata Jumat pagi dalam kunjungan ke India, mengatakan Israel dan Hamas akan “menghentikan semua kegiatan militer dan kedua pihak tidak akan bergerak di luar lokasi-lokasi sekarang.”

“Israel akan dapat melanjutkan operasi-operasi pertahanannya pada terowongan-terowongan yang berada di belakang garisnya, dan Palestina akan dapat menerima bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan tambahan serta dapat merawat para warga yang cedera,” kata Kerry kepada wartawan.

Seorang pejabat senior AS mengatakan Israel akan menjelaskan kepada PBB tentang di mana garis-garis militernya di Gaza berada, demikian laporan AFP.

“Mereka akan terus melakukan operasi-operasi untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang menimbulkan ancaman pada wilayah Israel… selama keberadaan terowongan-terowongan itu di daerah Israel di garis mereka,” kata pejabat itu, yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Sikap Netanyahu

Penjelasan tambahan John Kerry, yang ia sampaikan setelah mengumumkan gencatan senjata 72 jam antara Israel dan Hamas, nampaknya berkaitan dengan sikap keras Israel yang menyatakan tidak akan menarik tentaranya dari Gaza sampai mereka tuntas menghancurkan jejaring terowongan lintas perbatasan.

Berbicara pada rapat kabinet terbatas di Tel Aviv, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan menerima gencatan senajta yang tidak mengizinkan tentaranya menghancurkan terowongan-terowongan yang digunakan pejuang Palestina untuk menyerang Israel.

“Sampai sekarang, kita telah menghancurkan lusinan terowongan teror dan kita telah bertekad untuk menuntaskan misi ini, dengan atau tanpa gencatan senjata,” kata Netanyahu.

Ia menambahkan: “Untuk itu saya tidak akan menerima proposal ¬†apa apun yang tidak memungkinkan IDF (angkatan bersenjata) untuk merampungkan kerja ini demi keamanan warga negara Israel.”