Pemerintah Tidak Fasilitasi WNI Yang Akan Berperang ke Gaza

Foto: Istimewa

Jakarta,sayangi.com– Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, kepedulian dan solidaritas masyarakat muslim Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, akan lebih bermanfaat bila diwujudkan dalam bentuk kemanusiaan, bukan bantuan perlawanan bersenjata.

“Pemerintah tidak akan memfasilitasi apabila keinginan ke Palestina itu untuk berperang,” tegas Menko Polhukam Djoko Suyanto melalui pesan singkatnya, seperti dikutip laman setkab.go.id, Jumat (1/8)

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Polhukam Djoko Suyanto menanggapi keinginan sebagian umat Islam di tanah air, yang ingin membantu warga Palestina dengan mengangkat senjata melawan agresi Israel di Jalur Gaza.

Menko Polhukam mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga telah menyerukan gencatan senjata dilakukan sekarang juga untuk menghentikan serangan brutal terhadap warga sipil.

“Indonesia secara konsisten dan tegas mendukung kemerdekaan bangsa Palestina,” ujar Djoko.

Sebelum ini, Presiden SBY telah menulis surat terbuka kepada para pemimpin dunia atas tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Surat terbuka tersebut juga dimuat dalam versi bahasa Inggris di Harian Straits Times edisi 31 Juli 2014.

Dalam surat terbuka itu, Presiden SBY menyampaikan keprihatinanannya karena melalui tayangan televisi nasional dan internasional, hampir setiap menit, kita semua menyaksikan jatuhnya korban jiwa di Gaza akibat kekerasan dan aksi-aksi militer yang tengah berkecamuk.

“Hampir semua yang tewas dan yang Iuka-Iuka adalah mereka yang tidak berdosa, tidak berdaya dan tidak bisa menyelamatkan diri dari desingan peluru dan bom-bom maut pencabut nyawa,” tulis Kepala Negara.

Oleh karena itu, dari Jakarta, Presiden SBY mengaku meneriakkan seruan moral kepada seluruh bangsa di dunia, utamanya para pemimpin dunia, dan utamanya lagi kepada pemimpin Israel dan Hamas, untuk segera menghentikan kekerasan dan tragedi di kawasan itu.