Waspada! Pelumas Sebabkan Wanita Sulit Hamil

Foto: Istimewa

New York, Sayangi.com – Penggunaan pelumas pada momen bercinta adalah hal yang lazim dilakukan oleh para pasangan. Namun, bagi para pasangan yang tengah merencanakan kehamilan, sebaiknya meninggalkan opsi yang satu ini.

Belum lama ini sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Fertility and Sterility menemukan, pelumas dapat mengurangi kecepatan mobilitas sperma. Kondisi tersebut menyulitkan sperma untuk dapat bergerak cepat menuju sel telur, sehingga tingkat kemungkinan hamil pun akan menurun. Demikian seperti dilansir Womenshealthmag.

Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui efek sembilan merek pelumas pada kecepatan bergerak sperma. Hasilnya, sebagian besar pelumas dapat mengurangi kecepatan sperma secara signifikan. Bahkan salah satu merek pelumas dapat menurunkan kecepatan sperma hingga setengahnya.

Seperti disampaikan oleh penulis utama studi yang merupakan professor bidang patologi dan kebidanan serta kandungan di SUNNY Upstate Medical University New York, Kazim Chohan, Ph.D., kebanyakan pelumas diciptakan untuk meningkatkan kepuasan seksual sehingga ada kemungkinan mengandung senyawa yang membunuh sperma.
Sementara itu, peneliti menemukan pelumas yang berbasis minyak paling sedikit mempengaruhi sperma. Ini mungkin dikarenakan minyak tidak memiliki komponen pembunuh sperma tersebut.

Chohan mengatakan, pelumas minyak mungkin dapat membunuh sperma yang berkualitas lemah, namun sperma yang berkualitas baik akan mampu bertahan dan tetap bergerak.

Yang menarik, pelumas minyak mustard justru membuat sperma lebih aktif, dan membuat pasangan cepat hamil.

Kendati demikian masih diperlukan penelitian lebih lanjut kemampuannya untuk menyukseskan kehamilan.
Namun jangan dikira pelumas minyak tidak memiliki risiko, sehingga bebas saja menggunakan jenis minyak lainnya sebagai pelumas.

Menurut Ava Cadell, penulis buku NeuroLoveology, pelumas berbasis minyak dapat mengubah keseimbangan pH pada vagina sehingga berpotensi meningkatkan risiko infeksi.

Bahkan, penelitian sebelumnya menemukan, minyak mineral dapat mengurangi kekuatan kondom lateks hingga 90 persen. Akibatnya, kondom pun rentan bocor sehingga risiko penularan penyakit atau kehamilan yang tidak direncanakan akan meningkat. (SIS)