Penelitian: Warga Migran Alami Diskriminasi di Prancis

Sayangi.com – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa migran asal Afrika mengalami diskriminasi radikal di Prancis sehubungan dengan pendidikan, kesehatan, perumahan dan di atas semua pekerjaan, Press TV melaporkan.

Menurut analisa yang dikeluarkan oleh tim independen dari Institut Montaigne yang berbasis di Paris, tingkat rata-rata pengangguran di Prancis berada di sekitar 11 persen, tetapi angka tersebut melonjak sampai lebih dari 30 persen di antara mereka yang berlatar belakang asing.

“Ketika anak-anak saya melamar pekerjaan, mereka bilang mereka akan mendapatkan balasan. Namun, mereka tahu bahwa karena mereka tidak putih dan memiliki nama Afrika Utara, mereka tidak akan mendapatkan pekerjaan. Hal yang sama terjadi pada saya, seorang orangtua yang datang dengan anak-anak. Tapi, ketika mereka melihat saya memakai jilbab, mereka pergi dan tidak kembali,” Jamila Latreche, kepada Press TV, Kamis (11/9).

Menurut laporan itu, banyak anak muda prancis yang beresiko tidak mendapatkan pekerjaan.

Seorang Mahasiswa, Thomas Givard mengatakan “Diskriminasi di tempat kerja adalah masalah yang sangat serius di Prancis, dan saya pikir hal ini tidak akan hilang karena masih banyak orang yang berpikir bahwa kita tidak memiliki kemampuan yang sama.”

Mahasiswa lain, Robin Michel berkata “Dulu lebih buruk, hal ini sudah diperbaiki. Namun tetap diskriminasi masih tersebar.”

Secara resmi, Prancis tidak mengumpulkan data tentang etnis dan agama minoritas. Membiarkan sejumlah orang yang tidak dilindungi dari berbagai bentuk diskriminasi dan dalam persaingan ketat untuk menaikkan kelas sosial.

“Ada beberapa orang yang tidak mempermasalahkan ras. Namun demikian, saya tahu saya harus bekerja ekstra untuk membuktikan bahwa saya memiliki keterampilan yang sama dengan rekan-rekan lain yang bukan Afrika,” kata seorang desainer perumahan, Samuel Ota.