Didampingi Djan Faridz, SDA Temui Kiai Maimun Zubair di Rembang

Foto: Ant

Rembang, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali (SDA), menemui Ketua Majelis Syariah Kiai Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Minggu (14/9) sore.

Kedatangan Suryadharma Ali di kediaman Kiai Maimun Zubair didampingi oleh Djan Faridz yang merupakan Menteri Perumahan Rakyat. Selain disambut Kiai Maimun Zubair, kedatangan Suryadharma Ali dengan Djan Faridz juga disambut dengan grup marcing band dari Ponpes Al Anwar.

Suryadharma Ali ditemui usai pertemuan tertutup dengan Kiai Maimun Zubair, di Rembang, Minggu, mengungkapkan, kedatangan dirinya hanya sebatas silaturahim biasa seperti murid kepada guru atau anak kepada orang tuanya.

“Kebetulan selama bulan syawal tidak berkunjung ke kediaman Kiai Maimun atau tidak berlebaran,” ujarnya.

Keinginannya bersilaturahim, katanya, baru terealisasi sekarang setelah ada kesempatan meskipun terlambat.

Terkait dengan pembicaraan soal perpecahan di tubuh partai, kata dia, tidak menyampaikan soal itu.

Sementara itu, Ketua Majelis Syariah PPP Kiai Maimun Zubair menyesalkan terjadinya perpecahan di tubuh partainya untuk kedua kalinya.

“Perpecahan pertama sudah saya islahkan, kini terjadi lagi dan lebih buruk dibandingkan sebelumnya,” ujarnya,

Artinya, kata dia, permasalahan yang kembali muncul itu juga perlu diislahkan lagi. Akan tetapi, dia mengaku, memilikin pemikiran sendiri agar segera digelar muktamar.

Hanya saja, kata dia, hal itu tidak mungkin karena sesuai AD/ART partai muktamar bisa digelar setelah pelantikan presiden.

“Tetapi ada yang menafsirkan muktamar tersebut digelar tahun 2015. Selain itu, ada juga yang beranggapan setelah presiden dilantik pagi hari siangnya sudah bisa digelar,” ujarnya.

Menurut dia, harapan agar pelaksanaan muktamar dipercepat supaya di tubuh PPP tetap kondusif karena ada ketua umum yang dipilih sebagai ketua umum.

Terkait dengan aksi pemecatan di kedua kubu, kata dia, hal itu sah atau tidak.

“Suryadharma dipilih lewat muktamar dan pemberhentiannya oleh muktamar pula,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, pemecatan terhadap Suryadharma juga dihadiri oleh semua pengurus DPP PPP.

“Terserah nanti legitimasinya. Siapa yang mendapat legitimasi baik dari forum cabang DPC atau majelis syariah,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, tugas semuanya masih sendiri-sendiri. Saat ini, kata dia, sudah berusaha seluruh DPC di Jateng dikumpulkan, dan selanjutnya di Jatim.

“Terserah siapa nanti siapa yang bisa melakasanakan, baik dari pihak Romuhurmuziy atau Suryadharma. Pesan saya diadakan islah,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Emron Pangkapi pada Jumat (12/9) juga berkunjung ke kediaman Kiai Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang.

Pada kesempatan tersebut, Emron melaporkan hasil rapat pengurus harian DPP yang memutuskan untuk memberhentikan Ketua Umum Suryadharma Ali.