Video: SBY Cenderung Dukung Pilkada Langsung Oleh Rakyat

Foto: Youtube

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpendapat bahwa sistem pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat yang telah berjalan selama 10 tahun hendaknya terus dijaga dan dipertahankan. SBY menilai Pilkada langsung oleh rakyat sesuai dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia.

“Partai Demokrat, saya pribadi melihat ada dua aspek penting yang mesti kita lihat secara jernih. Pertama begini, sistem pemilihan kepala daerah langsung ini sudah berjalan selama 10 tahun, rakyat sudah terbiasa. Dan kalau kita lihat benang merahnya ini juga segaris dengan sistem presidensial, dimana presiden dipilih secara langsung. Berbeda dengan sistem parlementer,” kata SBY dalam wawancara yang disiarkan Suara Demokrat melalui jejaring Youtube, Minggu (15/5) malam.

Menurut SBY, pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan buah dari reformasi yang mesti terus dijaga dan dipertahankan seperti halnya pemilihan presiden secara langsung. Meski demikian, SBY menyampaikan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki dalam sistem pemilihan secara langsung.

“Kenyataannya, selama 10 tahun ini pula banyak ekses yang terjadi dalam pemilihan bagi gubernur, bupati, maupun wali kota. Dalam pilkada, misalnya, banyak sekali ditengarai penggunaan uang yang tidak jelas. Apakah politik uang atau money politics ataukah penggunaan uang yang lain, tentu tidak dibenarkan,” tutur SBY.

SBY juga menyebut adanya kepala daerah yang menggesar posisi bawahannya hanya karena tidak didukung dalam Pilkada. Selain itu ia menyebut terjadinya konflik horizontal berupa kekerasan dan pembakaran sebagai ekses dari Pilkada langsung.

“Itulah yang melahirkan pikiran dari sejumlah kalangan apa layak dipertahankan sistem seperti itu. Karena mudharatnya, atau eksesnya besar,” kata SBY

Terhadap sejumlah ekses negatif tersebut, menurut SBY, Partai Demokrat berfikir keras mencari cara bagaimana agar Pemilihan Kepala Daerah secara langsung tetap berjalan, tetapi ekses negatif tersebut bisa dicegah dan diantisipasi melalui Undang-Undang yang baru. Sikap Partai Demokrat terhadap RUU Pilkada itu akan jelas dalam satu atau dua hari ke dapan.

“Kalau saya pribadi yang telah memimpin selama 10 tahun ini, kalau dulu kita ingin melaksanakan pemilihan secara langsung, ya itulah yang mestinya kita jaga. Tapi juga tidak boleh ya sudah itu saja, ada kok kelemahannya. Itu yang kita perbaiki secara fundamental. Itu yang Demokrat sedang pikirkan sekarang ini mudah-mudahan satu dua hari ini kami memiliki posisi yang tepat. Karena kami harus jernih dan rasional, dan kami tidak akan ikut-ikutan,” tegas SBY.

Pernyataan SBY selengkapnya bisa dilihat pada video di bawah ini.

 

 

Posisi SBY dalam RUU Pilkada

[iframe width=”640″ height=”360″ src=”//www.youtube.com/embed/Fl2H5SUJNy8?list=UUSkzWdSH66rk4r3ezbVFnQQ” frameborder=”0″ allowfullscreen ]