Moqtada Sadr: Pemerintah Irak Tak Seharusnya Meminta Bantuan AS

Baghdad, Sayangi.com – Ulama Syiah Irak yang juga Pemimpin Tentara Mahdi, Moqtada Sadr memperingatkan pemerintah Irak soal kehadiran kembali militer Amerika Serikat di Irak dengan dalih memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam pernyataannya, Sadr menegaskan pemerintah Irak tidak seharusnya meminta bantuan Amerika atas alasan apapun, bahkan untuk memerangi ISIS. Demikian dilaporkan Press TV, Rabu (17/9).

“ISIS adalah bentukan Amerika dan jika Washington dengan dalih memerangi ISIS ingin kembali ke Irak, kamipun akan kembali untuk melawan dan mengalahkan para penjajah,” ujar Sadr.

Ia menambahkan, segala bentuk permohonan bantuan dari penindas, bahkan untuk menghadapi penindas lain, hukumnya haram dan jika Amerika hadir di Irak, baik langsung maupun tidak, maka mereka harus segera mundur.

Peringatan ini disampaikan Sadr setelah sebelumnya pada Selasa (16/9) Menteri Pertahanan Amerika dan Kepala Staf Gabungan Militer negara itu menyampaikan laporan soal operasi-operasi menumpas ISIS di hadapan Senat.