Bertolak ke Luar Negeri, Presiden SBY Akan Bicarakan ISIS di AS

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membicarakan soal kelompok Negara Islam atau yang sebelumnya disebut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam pertemuan dengan para pemimpin Islam dan non-Islam di Washington DC, Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma sebelum melakukan lawatan ke Portugal, Amerika Serikat dan Jepang, Kamis pagi, Presiden mengatakan bahwa dia akan membicarakan solusi politik non-militer yang realistis dan lebih permanen dalam mengatasi masalah ISIS.

“Itu salah satu tema yang akan dibicarakana nanti baik di Washington DC ketika bertemu dengan para pemimpin Islam di AS dan para pemimpin non-Islam di AS,” kata Presiden.

Dia mengatakan Indonesia ingin aktif mencari solusi bersama untuk mengatasi kelompok itu.

“Bukan hanya operasi militer yang dilakukan pihak-pihak Barat atau komunitas Internasional lain, bagi Indonesia yang diperlukan adalah solusi politik, dan solusi non-militer,” kata Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertolak ke Luar Negeri didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Presiden akan lawatan ke Portugal, Amerika Serikat (AS), Jepang, yang akan berlangsung hingga 30 September mendatang.

Menurut Presiden SBY ia akan menghadiri sejumlah acara, utamanya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).  “Saya akan sampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB, farewell saya di hadapan tamu hadirin yang mulia,” katanya.

Selain itu, Presiden SBY juga akan memimpin sidang pleno KTT Iklim PBB (UN Climate Summit) 2014, dan akan memberian sambutan pada pembukaan Open Government Partnership High Level Event (OGP-HLE) bertema Citizen Action, Responsive Government.

Di luar agenda sidang PBB, Presiden SBY akan menghadiri Global Green Growth Leaders’ Gathering. Pertemuan ini adalah untuk mendengarkan hasil nominasi Presiden GGGI yang menempatkan Presiden SBY sebagai nominasi menjadi Presiden GGGI menggantikan PM Denmark Lars Rasmussen.

Adapun agenda Presiden SBY di Washington adalah meresmikan  Patung Saraswati di KBRI Washington DC. Patung setinggi 5,2 meter ini dibangun di halaman depan KBRI di Washington yang berada di jantung kota Washington DC.

Selain itu, Presiden SBY dijadwalkan akan meresmikan Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center,  yang akan menjadi tempat warga muslim di Washington DC berkumpul serta beribadah, dan memberikan kuliah umum di George Washington University.

Rangkaian lawatan Presiden SBY akan diakhirnya dengan kunjungan ke Kyoto, Jepang, untuk menerima gelar Honoris Causa dari Universitas Ritsumeikan.

Selama berkunjung di Kyoto, Jepang,  Presiden SBY dijadwalkan akan bertemu dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat Indonesia di Jepang, baik dari kalangan pelaku ekonomi mau pun pakar-pakar, mengenai kesinambungan upaya membangun hubungan bilateral yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jepang.

Gubernur DKI Joko Widodo yang merupakan presiden terpilih periode 2014-2019 dan Wakil Presiden Boediono turut melepas keberangkatan Presiden SBY dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/9) pagi.